Sosialisasi Persiapan Penilaian IGA dan IID 2022

Wali Kota Ning Ita Ingatkan Masih 69 Inovasi Yang Di Entry

surabayapagi.com
Wali Kota Ning Ita dan Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto Agung Moeljono saat rapat evaluasi persiapan penilaian IGA dan IID 2022.

 SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera memasukkan inovasinya ke Aplikasi Innovative Government Award (IGA).

Pasalnya, dari total 107 inovasi, hanya 69 inovasi yang sudah dientry.

"Inovasi yang sudah masuk tahap penerapan baru 57, yang skor kematangannya diatas 90 itu baru 22 inovasi saja, ini harus menjadi perhatian kita semua, untuk terus meningkatkan," ujar Wali Kota saat rapat evaluasi menyambut Innovative Government Award (IGA) dan penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) di Ruang Pertemuan Bappeda Litbang, Senin (15/8) siang.

Ning Ita menekankan, bahwa inovasi IGA dan IID ini bukan hanya sekedar untuk mengejar hadiah, tetapi yang lebih penting adalah terkait responsivitas pelayanan pemerintah terhadap masyarakat.

"Sejatinya inti dari inovasi ini adalah bagaimana respon kita dalam memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Karena ruang lingkup inovasi ada pada tiga hal, yaitu pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan bidang urusan pemerintahan lainnya," tegasnya.

Lebih lanjut Ia mengingatkan kembali bahwa inovasi ini adalah komitmen dasar dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena Pemerintah harus menjawab seluruh tuntutan dari masyarakat.

"Perkembangan tuntutan masyarakat itu sangat cepat, dibandingkan dengan kemampuan kita untuk melayani mereka. Inilah yang menjadi tantangan kita bersama, inovasi ini bukan hanya sekedar tujuan untuk mendapat reward, namun komitmen kita untuk menjawab kebutuhan masyarakat,'' ujarnya.

Untuk mengoptimalkan fungsi inovasi dalam pemerintahan di Kota Mojokerto, Ning Ita juga terus mendorong kolaborasi dan sinergi dalam setiap pelaksanaan pemerintahan.

"Hal ini merupakan kewajiban kita bersama, maka perlu didukung dengan kolaborasi dan sinergi, forum kali ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama," pungkas Ning Ita.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono juga menyampaikan bahwa IID adalah kewajiban Kepala Daerah untuk melaporkan ke kementerian Dalam Negeri.

"Penyelenggaraan pemerintahan daerah wajib dilaporkan, salah satunya inovasi daerah. Jadi kami berharap di dua hari ini bapak ibu dapat betul-betul menyimak," ungkapnya.

Sekedar informasi, sosialisasi ini dilaksanakan selama dua hari Senin-Selasa (15-16 Agustus 2022) menghadirkan narasumber Koordinator Bidang Sdm Pusat Inovasi Daerah Kemendagri, Jerry Wely Walo dan diikuti oleh seluruh OPD dan UPT se-Kota Mojokerto. Dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru