Penerima Pamsimas 2022, Diminta untuk Proaktif Terhadap Masyarakat

surabayapagi.com
Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi SH. MH bersama Kepala PUTR kab. Sumenep, Ir. Eri Susanto, M.Si saat gelar sosialisasi Pamsimas 2022. SP/Ainur Rahman

SURABAYAPAGI, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep, menggelar kegiatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ( PAMSIMAS) Pengeboran sumber air, pembangunan tandon air, pemasangan Pipa Distribusi dan Pipa Transmisi dan sambungan rumah, untuk tahun anggaran 2022

Kegiatan tersebut atas kerjasama dengan  Koordinator Pamsimas Jawa Timur, Koordinator Pamsimas Sumenep, Kepala Bappeda, Kepala DLH, Kepala DPMD, Kepala PDAM dan tim Fasilitator, dan para Camat. Kata Kepala DPUTR kab. Sumenep, Ir. Eri Susanto, M.Si

Baca juga: Pasien Asal Rubaru Apresiasi Pelayanan RSUD Moh Anwar Sumenep

Menurutnya, sekitar kurang lebih ada 20 desa penerima kegiatan Pamsimas di Kab. Sumenep, salah satu diantaranya adalah, Desa Sendang, Rombasan, Pakamban Daya, Larangan Perreng untuk Kec pragaan, terus di Desa Guluk Manjung, Pakandangan Barat, Lobuk, Bluto, Aengbaja Kenek, Bumbungan, Desa Errabu, untuk  Kecamatan Bluto.

Selain itu juga, Desa Juluk Kecamatan Saronggi dan Desa Tamba Agung Barat, Tamba Agung Ares, Desa Campor timur, Belluk Kenek Kecamatan Ambunten,  Desa Banasare Kecamatan Rubaru, Dasuk Barat Kecamatan Dasuk,  Terus Desa Tamansare, Bungin-bungin Kecamatan Dungkek.

Jadi pelaksanaan kegiatan PAMSIMAS sesuai dengan ketentuan dalam juknis PAMSIMAS tahun 2022. "Kebutuhan masyarakat akan air minum layak dapat terpenuhi, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan," tegasnya.

Selanjutnya, kata dia, Pemkab Sumenep, berharap kepada penerima manfaat di beberapa desa untuk memenuhi setiap titik Lokasi desa tersebut.

Baca juga: Hidupkan Ekonomi Warga, Pemkab Sumenep Bentuk Tim Khusus Pembinaan Koperasi

"Bila memungkinkan untuk terpenuhi sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemerintah standarnya 160 unit sambungan rumah di setiap desa," jelasnya.

Kata Eri, dengan tersalurnya aliran air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan, secara otomatis akan mempercepat pertumbuhan perekonomian mereka. Selain dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memenuhi standar pelayanan minimum penyediaan air minum.

"Program diupayakan mencapai target pembangunan jangka menengah nasional yaitu 100% akses air minum layak 0% kawasan kumuh wilayah perkotaan dan 100% akses sanitasi," ungkapnya.

Baca juga: Publik Ingin Tahu, Pemilik CV. Jatim Wangi Merajai di Kab. Sumenep

Selain itu juga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan Pamsimas ini, salahsatunya agar bantuan dana yang bersumber dari APBN digunakan secara tepat guna dan sasaran dalam memberikan akses air minum dengan memperhatikan kualitas sesuai dengan aturan yang berlaku.(ar)

 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru