SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan komitmen kemitraan Bogasari “Tumbuh Bersama” UKM. Maka dari itu, Bogasari yang mayoritas atau hampir 65 persen pelanggannya UKM senantiasa melakukan edukasi bahkan sampai membantu fasilitasi pengurusan perijinan dan sertifikasi.
Termasuk di antaranya sertifikasi halal yang diwajibkan Pemerintah harus dimiliki UKM mulai tahun 2024 nanti. Aturan itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada Mei 2019. Bogasari hingga saat ini sudah membantu sebanyak 115 UKM memperoleh sertifikat halal produk.
Baca juga: Kita Seperti Dijajah AS
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharmasaat acara penyerahan Sertifikat Halal UKM di pabrik Bogasari Jakarta, Rabu (5/10/2022).
“Termasuk yang diserahkan hari ini, sebanyak 45 Sertifikat Halal Produk untuk UKM yang berasal dari 19 kabupaten dan kota. Para UKM ini antara lain berlokasi usaha di Jakarta, dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Surakarta, Blora, Klaten, Kudus, Pati, Lumajang, Pasuruan, Sidoarjo, Pati, Kediri, Jombang, hingga Bali,” kata Erwin dalam siaran pers, Rabu (5/10/2022).
Acara penyerahan sertifikat halal ini juga dihadiri Senior Vice President Marketing Bogasari Ivo Ariawan dan Manajer SME dan BBC Beatrix Soedibyo. Sebanyak 45 UKM mitra Bogasari yang berhasil mendapatkan Sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) ini terdiri dari berbagai jenis usaha, seperti mie, roti, dan kue.
Erwin menuturkan, para UKM penerima sertifikat terbagi dua, yakni anggota paguyuban sebanyak 25 UKM dan non paguyuban sebanyak 20 UKM. Ada 2 paguyuban UKM yang berkesempatan mendapat sertifikat yakni Paguyuban Mie Ayam Tunggalrasa Garamiro Jakarta dan Paguyuban Mie Gajah Mungkur Bogor.
Baca juga: Lewat Surabaya Halal Festival 2024 Pemkot Dampingi Proses Sertifikasi Halal UMKM Surabaya
“Para UKM ini antara lain Bali Noodle House (Bali), Roti 88 (Lumajang), Dhita Brownies (Klaten), Mie Kondang (Jakarta), Mie Masari Ciluer, Mami Pia And Cookies (Pasuruan), Kue Balok Parikesit (Surakarta), Star Redbox Donut And Bakery (Probolinggo), dan masih banyak lagi. Yang pasti sertifikasi halal ini adalah pemenuhan kebutuhan dan persyaratan pelanggan. Melalui sertifikat halal ini dipastikan produk UKM tidak hanya aman, sehat, tapi juga halal,” jelas Erwin.
Bogasari telah memberikan bantuan pengurusan pembuatan sertifikat halal sejak tahun 2019. Hal ini merupakan proyek percontohan sekaligus edukasi dan pengalaman langsung kepada UKM di lapangan bagaimana mengurus perijinan halal. Pendampingan Bogasari akan terus berlanjut dalam bentuk sosialasi dan pendaftaran secara kolektif karena aturan wajib halal produk UKM ini wajib mulai tahun 2024.
“Dalam situasi perkembangan ekonomi saat ini, tidak hanya industri seperti Bogasari yang harus berubah tapi juga UKM. Bahkan tidak hanya mau berubah, tapi harus siap berubah kapan pun. Dan Bogasari siap hadir mendampingi UKM menghadapi perubahan tersebut sebagai wujud kemitraan kepada UKM yakni Tumbuh Bersama,” tegas Erwin di hadapan puluhan UKM yang hadir di pabrik Bogasari.
Baca juga: Meningkatkan Daya Saing dengan Sertifikasi Halal: Perjalanan 19 Ribu UMKM Mamin Surabaya
Pemilik UKM Mie Kondang yang sekaligus Ketua Paguyuban Mie Ayam Tunggalrasa Garamiro Jakarta, Pandiono sangat menghargai kerja sama Bogasari dengan UKM dalam hal sertifikasi halal ini. Apalagi sebagian besar baru kali ini UKM anggota paguyuban mengurus sertifikasi halal.
“Kami sungguh berterima kasih kepada Bogasari yang senantiasa terus mendukung pengembangan para Mitra UKM. Apalagi tidak banyak atau bahkan jarang industri yang mendampingi pertumbuhan usaha mitra UKM nya dari hulu sampai hilir. Dari pengadaan produk berkualitas sampai urusan perijinan,” ucap Pandi dalam acara tanya jawab.
Setelah acara penyerahan sertifikat halal tersebut, para UKM diajak keliling pabrik Bogasari untuk melihat langsung proses produksi gandum menjadi tepung terigu. Termasuk pabrik pengolahan pasta yang saat ini di Indonesia hanya ada di pabrik Bogasari. jk
Editor : Redaksi