Dokter: Cara Memasak Tak Tepat Bisa Picu Risiko Kanker

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Dokter spesialis gizi klinik Claresta Diella mengungkapkan bahwa cara memasak yang tidak tepat dapat memicu risiko kanker. Salah satunya ialah daging merah yang dibakar sampai gosong.

"Makan daging merah itu bagus, tapi kalau proses memasaknya salah seperti dibakar sampai gosong, itu memicu kanker," kata Diella.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Oleh karena itu, dr Diella menganjurkan agar menghindari membakar daging sampai gosong. Namun, jika telanjur, ia menyarankan untuk menyingkirkan bagian yang gosong sebelum daging dikonsumsi.

Dr Diella mengatakan cara memasak yang tidak tepat lainnya yang bisa menyebabkan kanker adalah menggoreng sayuran. Praktik ini cukup lazim dilakukan oleh orang Indonesia.

"Sayur kol itu sehat, tapi kalau cara memasaknya digoreng dan dikonsumsi terus-menerus, itu juga meningkatkan risiko terjadinya kanker," ujar dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) itu.

Menurut dr Diella, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng akan membuat tubuh kelebihan lemak. Salah satu dampak buruknya adalah semakin banyak jaringan lemak dalam tubuh.

Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk

Kadar estrogen juga akan semakin banyak yang akhirnya dapat memicu risiko kanker payudara. Meski demikian, dr Diella menegaskan bahwa cara memasak yang tidak tepat tersebut tidak serta merta membuat seseorang langsung terkena kanker.

Pasalnya, menurut dr Diella, ada faktor lain yang menyebabkan seseorang berisiko terkena kanker di antaranya faktor geneti dan terlalu banyak terpapar zat-zat kimia penyebab kanker. Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol juga berpengaruh.

"Ada beberapa penyakit yang memang faktor genetik ini tinggi, misalnya ibunya kanker payudara biasanya ke anaknya atau cucunya bisa kanker payudara juga," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, Pemkab Madiun Gercep Periksa Kesehatan Ternak

Dr Diella mengatakan, seseorang memang tak bisa menghindari faktor risiko yang berasal dari genetik. Akan tetapi, orang tersebut tetap bisa mencegah kanker dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

"Yang pasti genetik ini tidak bisa dimodifikasi, tapi faktor lainnya bisa, dengan cara menerapkan perilaku hidup sehat, makan makanan yang sehat, dan ada aktivitas fisik , jadi jangan lupa olahraga juga," ujarnya.hlt/kkr

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru