Dokter: Kulit Lebam Bisa Jadi Gejala Leukemia

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dokter spesialis penyakit dalam Dwi Wahyunianto mengatakan masyarakat perlu mewaspadai adanya gejala lebam pada kulit. Kondisi ini sering menjadi gejala penyakit leukemia.

"Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah adanya perdarahan, itu bisa terjadi di mana saja, yang paling sering itu di kulit seperti lebam sebagai salah satu gejala yang sering ditemukan pada pasien leukemia," ucap dr Wahyu pada diskusi mengenai penyakit leukemia yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (31/10).

Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga

Leukemia merupakan salah satu bentuk penyakit kanker darah yang ditandai oleh adanya sel-sel tidak normal atau sel muda yang bertambah dalam jumlah banyak dan tidak terkendali. Lebam yang terjadi pada sebagian besar pasien leukimia adalah karena adanya perdarahan di bawah kulit akibat sel darah putih yang berkembang terlalu banyak, sehingga menekan sel darah merah dan trombosit yang diproduksi di dalam sumsum tulang.

Selain lebam pada kulit, menurut dr Wahyu, gejala lain yang sering ditemui adalah mimisan dan gusi berdarah. Namun, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menegakkan diagnosis agar bisa dilakukan tindakan yang cepat dan tepat.

Dr Wahyu menjelaskan lebam pada penderita leukemia berbeda dengan lebam biasa karena terbentur. Biasanya, lebam pada leukemia muncul di tempat yang tidak biasa, seperti pada batang tubuh dan leher, serta jumlahnya yang bertambah banyak seiring waktu.

Baca juga: Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

"Lebam menjadi wajar bila memang kita misalnya habis terbentur, kita tahu alasannya. Kalau kita tidak tahu tiba-tiba muncul lebam, apalagi ditambah dengan gejala mudah pucat juga harus memeriksakan ke konsultan hematologi dan onkomedik yang terdekat," ucap dokter dari RS Mayapada Tangerang ini.

Leukemia bisa terjadi akibat adanya beberapa faktor, seperti paparan zat kimia, polusi termasuk asap rokok, dan bila pernah melakukan terapi radiasi atau kemoterapi. Selain itu, dr Wahyu mengatakan faktor genetik juga sangat berperan dalam hal terjadinya kanker darah ini.

"Seperti dengan kanker lain, faktor genetik sangat berperan dalam hal terjadinya kanker mungkin hampir 90 persen terkait dengan kelainan genetik dari sel darahnya yang mengalami leukemia tersebut," ucapnya.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Dr Wahyu mengatakan peranan operasi pada leukemia sangat minimal karena berhubungan dengan darah. Terapi sistemik dengan memberikan obat yang bekerja ke seluruh tubuh menjadi jalan satu-satunya untuk pengobatan leukemia.

"Salah satunya adalah kemoterapi, yang merupakan bagian dari pengobatan kanker secara sistemik atau secara keseluruhan," ujar konsultan hematologi-onkologi medik ini.hlt/lkm

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru