Div TIK Polri Perkuat Sinyal Komunikasi Pengawalan G20, Siapkan Repeater Mobile di Titik Blank Spot

surabayapagi.com
Mobil Repeater Mobile.

SURABAYAPAGI.COM, Nusa Dua - Mobil Repeater Mobile telah dipersiapkan oleh Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Polri dan akan ditempatkan di lokasi-lokasi blank spot jaringan komunikasi radio. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan kerja personil di lapangan ketika bertugas mengamankan rombongan KTT G20.

Mobil Repeater Mobile akan ditempatkan salah satunya di hotel The Apurva Kempinski. Hal ini dikarenakan lokasi yang akan dilewati rombongan KTT G20 itu memiliki medan berkelok dan berbukit dan berpotensi membuat komunikasi terhalang.

Baca juga: Posisi Polri Dibawah Presiden atau Kementerian, Mencuat

“Setelah disurvei kendaraan tersebut disimpan dilokasi ini untuk memperluas jangkauan radio komunikasi, titik-titik yang blank spot tadi dicover dengan kendaraan mobile repeater sehingga pengawalan tidak putus komunikasinya,” ujar AKP Arie Wibisono.

Tempat-tempat yang sekiranya memiliki penerimaan sinyal radio kurang baik sebelumnya telah ditinjau oleh Arie bersama tujuh anggota lainnya. Sebelum mobil Repeater Mobile ditempatkan di wilayah sekitaran hotel Mulia, jaringan komunikasi terganggu akibat adanya titik blank spot. Setelah terdapat  mobil Repeater Mobile sinyal dapat diperkuat hingga 5 kilometer.

Baca juga: Jenderal Sigit Tolak Tawaran Jadi Menteri Kepolisian

“Jadi setelah kita pasang, jangkauan komunikasi bisa sampai 5 kilometer, kita pastikan tidak ada komunikasi yang terputus di jalur lokasi seputaran hotel Mulia, Hilton, Kempinsky, Ritz Carlton dan Samabe,” tutur AKP Arie.

Guna meminimalisir terdapat layanan komunikasi yang terganggu, Ari dibantu dengan empat anggotanya akan berjaga 1X24 jam. Jikalau terdapat permasalahan seperti listrik mati, genset yang ada di kabin belakang dapat langsung dinyalakan.

Baca juga: DPR-RI Puji Polri Mulai Lebih Humanis

Terakhir AKP Arie juga menerangkan, mobil Divisi TIK Polri dapat tersambung dengan site trunking Polda Bali. Hal tersebut berfungsi untuk memberi backup komunikasi ketika proses pengamanan berlangsung. fas

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru