SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Petugas Direktorat Prasarana Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI mengunjungi Stadion Surajaya pada Rabu (16/11/2022) dalam rangka instruksi Presiden Joko Widodo usai terjadi tragedi Kanjuruhan.
Stadion Surajaya ini menjadi satu dari enam stadion yang masuk ke dalam daftar stadion evaluasi, pasca tragedi Kanjuruhan.
Baca juga: Stadion Surajaya Berkapasitas 11,4 Ribu Diresmikan Presiden Prabowo
"Kami di sini melihat apakah kondisi Stadion Surajaya Lamongan ini masih layak untuk dijadikan tempat pertandingan atau tidak," kata petugas dari Direktorat Prasarana Strategis Ditjen Cipta karya Kementerian PUPR Heri Gunawan.
Pengecekan kali ini hampir sama dengan sebelumnya, yakni meliputi pengecekan secara administrasi, kemudian arsitektur, struktur, hingga MEP (Mechanical, Electrical and Plumbing engineering).
Heri menegaskan, Stadion Surajaya Lamongan harus diperbaiki. Karena, dari segi bangunan dan sarana prasarana masih banyak kekurangan.
Terlebih lagi, secara struktur homebase Persela Lamongan ini dibangun tahun 1978. Sudah sangat lama dan secara struktur perlu dilakukan pengetesan kembali.
"Adapun dari segi artsitektur, fungsi-fungsi areal atau kawasan juga perlu ditata kembali," ujarnya.
Baca juga: Kota IKN Didesain Super Modern, Dilengkapi Tiang Listrik Cerdas yang ‘Bisa Bicara'
Selain itu, dari segi artsitektur juga kelihatan fungsi-fungsi dari pada areal atau kawasan stadion yang menjadi Markas Persela ini masih perlu ditata kembali.
"Setelah itu mungkin nanti akan dievaluasi oleh tim KKBG (Komite Keselamatan Bangunan Gedung). mereka akan meninjau secara langsung apa yang telah kita dapatkan dari pengecekan ini," tuturnya.
Lebih lanjut, Heri menambahkan, hasil dari evaluasi yang digelar Tim KKBG itu kemudian akan ditarik kesimpulan, yakni apakah bakal dilakukan rehabilitasi, renovasi, atau mungkin akan dilakukan pembongkaran secara total guna dibangun kembali.
Baca juga: PUPR Bangun Bendungan Pertama di Sulbar, Dukung Program Ketahanan Pangan dan Air
"Itu tergantung hasil evaluasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa melakukan FGD (Focus Group Discussion) dengan Pemerintah Daerah. Kita diskusikan seperti apa kebijakan terhadap stadion ini," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan, Kandam membenarkan kondisi bangunan Stadion Surajaya banyak yang mulai keropos. Karena usia bangunan sudah cukup tua, terutama bagian tribun VIP dan VVIP.
"Kami berharap dari kedatangan tim PUPR ini, akan ada rekomendasi untuk direvitalisasi. Kita tunggu perkembangannya," ujarnya. lmg
Editor : Redaksi