Pilbup 2024, Promeg Tolak 'Dinasti AAA'

surabayapagi.com
Nanang Hariyanto alias Cemenk (kanan) didepan Kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Menjelang perhelatan politik serentak yang bakal digelar pada 2024 mendatang, geliatnya di Banyuwangi sudah mulai terasa. Dukungan dan penolakan terhadap para calon pemimpin daerah pun mulai bermunculan.

Aksi penolakan dan dukunganan seperti itu pun mulai bertebaran di media sosial. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh sekelompok kader PDI Perjuangan yang menamakan diri Promeg (Pro Mega).

Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Petugas Banyuwangi Mulai Sigap Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Dikonfirmasi masalah tersebut, aktifis Promeg Banyuwangi, Nanang Hariyanto alias Cemenk, dengan tegas menyatakan, pada Pilbub mendatang sudah saatnya kader sejati yang harus muncul.

"AAA sudah dua kali. Sekarang istrinya. Sudah cukuplah. Sebab kalau yang muncul terus-terusan dari dinasti itu, jelas tidak baik. Kesannya demokrasi tidak jalan.  Dan kalau 'trah' AAA sampai empat kali memimpin Banyuwangi, rawan KPK turun ke Banyuwangi. Kita harus belajar banyak dari trah Gubernur Banten, atau Walkot Probolinggo," beber Cemenk.

Baca juga: Pijar Semangat Pelantikan, Ratusan PAC PDIP Sidoarjo Bawa Aspirasi Rakyat

Hal yang sama juga diungkap oleh Geger Slamet Santoso, aktifitas Promeg wilayah Banyuwangi selatan.

Baca juga: Kusumo Adi Nugroho Minta Kader PDIP Harus Bergerak dari Hati Masyarakat Susah Senang Bersama Masyarakat

Slamet Santoso

“Sudah sangat cukup   bagi AAA yang sudah dua kali, dan  sekarang dilanjutkan istrinya, Ipuk. Selanjutnya biar kader sejati dari PDI Perjuangan yang menjadi calon Bupati. Masak,  kader hanya jadi wakil saja. Promeg siap mengawal, mengamankan danbmemenangkan kader PDI Perjuangan jadi orang no 1 di Banyuwangi," ungkapnya. bud

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru