Buka Forum Konsultasi Publik RPD, Ini Arahan Walikota Ning Ita Sebelum Purna Tugas

surabayapagi.com
Walikota Mojokerto Ning Ita saat memberi arahan dalam forum konsuktasi publik RPD Kota Mojokerto 2024-2026

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Walikota Mojokerto Ika Puspitasari membuka secara resmi Kegiatan Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Mojokerto 2024-2026, di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto, Senin (30/1) pagi.

Tampak hadir dalam kegiatan yang diinisiasi Bappeda Litbang Kota Mojokerto itu, Sekdakot Mojokerto, Perwakilan Bappeda Provinsi Jatim, unsur DPRD, para asisten dan staf ahli, para Kepala OPD, para camat, para akademisi dan dunia usaha, serta stakeholder lainnya.

Dalam arahannya, Walikota yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan tahun 2023 ini masa jabatannya akan berakhir. Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 52 Tahun 2022 tentang Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah, bagi kepala daerah yang masa jabatannya berakhir tahun 2023, untuk segera menyusun RPD tahun 2024-2026.

"Inmendagri ini juga memgamanatkan agar seluruh perangkat daerah untuk segera menyusun renstra PD tahun 2024-2026," jelasnya.

Petinggi Pemkot ini menyebut, di masa kepemimpinannya yang tinggal beberapa bulan lagi, Ia tidak ingin meninggalkan pekerjaan rumah yang belum tuntas.

"Untuk itu penyusunan RPD ini sangat penting guna menjadi arahan bagi penjabat kepala daerah sebelum terpilihnya kepala daerah definitif periode selanjutnya," tukasnya.

Masih kata Ning Ita, maksud dan tujuan pembentukan RPD Kota Mojokerto tersebut untuk menjaga kesinambungan pembangunan pusat dan daerah menjelang Pilkada serentak tahun 2024.

"RPD ini juga sebagai arah pembangunan jangka menengah Kita Mojokerto periode tahun 2024 - 2026 serta memastikan implementasi RPJPD tahun 2005 - 2025. Terutama dalam hal pencapaian sasaran pokok dan arah kebijakan daerah," tegasnya.

Ning Ita juga memberikan penjelasan terkait 5 arahan Presiden Jokowi saat Rakornas bersama seluruh Bupati dan Walikota seluruh Indonesia di Sentul, Bogor beberapa hari yang lalu.

Yakni pengendalian inflasi, peningkatan investasi, penanganan stunting, antisipasi kemiskinan ekstrem dan kondusivitas politik daerah.

"Saya harap kelima arahan presiden tersebut bisa segera ditundaklanjuti. Karena kelimanya termasuk kedalam isu strategis aktual," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto, Agung MS mengatakan Forum RPD ini hadir sebagai ruang untuk menampung saran dan masukan dari peserta.

"Hari ini kita berdiskusi secara terbuka untuk membuat langkah-langkah strategis untuk menyempurnakan rancangan RPD tahun 2024-2026 ini," jelasnya.

Saat rapat bersama dengan stakeholder, Ia menerima banyak masukan, khususnya di isu seputar keagamaan.

"Kita sudah antisipasi di isu strategis pertama, di situ untuk stabilitas tahun politik," katanya.

Masih kata Agung, untuk masa transisi nanti yang menjadi perhatian Wali Kota Mojokerto, adalah penguatan ekonomi. Karena tahun ini adalah penguatan ekonomi setelah dua tahun terkena Covid 19.

"RPJMD tahun 2023 kan habis bulan Desember. Kemudian langsung disambung dengan RPD, ini arah penguatannya untuk ekonomi. Sehingga tiga tahun kedepan ada kesinambungan antara RPJMD dan RPD," pungkasnya. Dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru