Munkar dan Nankir Rusak Puluhan Batu Nisan

surabayapagi.com
Salah satu batu nisan yang dirusak. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Warga desa Kanigaran Kec.Kanigoro Kabupaten Blitar dibuat geram atas ulah Munkar dan Nankir yang merusak/menghancurkan makam desa di TPU Glondong Desa Kanigaran Kec.Kanigoro Kab.Blitar.

Awal kejadian itu diketahui warga pada Rabu (15/2) pagi, saat ada warga yang berangkat ke sawahnya yang tak jauh dari TPU Glondong.

Baca juga: PWI Blitar Raya Peringati Hari Pers Nasional

"Melihat makam morat marit (berantakan) dan maesan maesan hancur juga kijing sarean (makam), disampaikan ke warga, setelah warga melihat kejadian tersebut datangi kantor Desa Kanigaran" kata Blontang (38) warga desa setempat pada Surabaya Pagi.

Dan benar setelah masyarakat mengetahui sebanyak 56 batu nisan di TPU Glondong, diduga dirusak orang tak dikenal, setelah dilaporkan warga ke Polsek Kanigoro, pagi itu juga anggota Polsek Kanigoro datangi TKP di TPU Glondong.

Dalam pemeriksaan Polisi di salah satu makam yang dirusak, polisi dan masyarakat menemukan dua lembar surat yang dibuat oleh Munkar dan Nankir.

Peristiwa yang menjadikan ahli waris resah, apalagi disertai ada lembaran urat yang bertuliskan tangan atas nama Munkar dan Nankir.

Baca juga: SatLantas Polres Blitar Kota, Gelar Ramp Check di Terminal Patria dan PIPP

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Tika Pusvita Sari kepada wartawan Jumat ( 17/2) pihaknya masih melakukan penyelidikan dan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, dugaan sementara motif pelaku protes pada ahli waris atas dibuatnya kijing pada makam.

"Dugaan adanya kesepakatan tak tertulis soal larangan kijing atau membangun tembok di lokasi pemakaman tersebut dilanggar," kata AKP Tika Pusvita Sari.

Sementara Isi surat berupa ancaman dari Munkar dan Nankir yang diduga melakukan pengrusakan itu berisi.."Maaf.! Bapak Juru kunci/RT/RW/Kamituwo, awal kesepakatan/kuburan Glondong dilarang di kijing berupa apapun, hanya 2 batu nisan (maesan saja) CAMKAN.!!! Tertanda Munkar dan Nankir.

Baca juga: Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas, Polres Blitar Kota Hadirkan Tokoh Pewayangan

AKP Tika Pusvita Sari bahwa pihaknya (Polres Blitar) baru menerima laporan pada Kamis malam (16/2), begitu menerima laporan, Istri Perwira TNI-AL ini langsung menuju ke lokasi kejadian bersama anggota Unit Reskrim Polres Blitar guna pengumpulan bukti di lapangan termasuk meminta keterangan warga desa setempat.

"Kalau dilihat secara fisik makam yang dirusak, dugaan kami perusakan dilakukan baru sekitar satu sampai dua hari lalu," Kata AKP Tika seijin Kapolres Blitar AKBP Anhar Arliya Rangkuti S.IK.

Informasi pada Jumat (17/2) siang ada seseorang yang minta perlindungan kepada warga desa setempat (Keningaran) yang merupakan Purna Polri untuk minta perlindungan juga ke Tokoh masyarakat. Les

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru