Ahli: Tips Turunkan Hipertensi Secara Alami

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa berisiko pada komplikasi kesehatan yang fatal. Selain strok, gagal ginjal, jantung, hipertensi bisa menjadi faktor risiko penyebab kematian dini.

Di antara kondisi yang rentan terhadap hipertensi adalah kelebihan berat badan, memiliki kadar kolesterol tinggi, perokok, mengalami stres tingkat tinggi, dan minum alkohol berlebihan. “Duduk terlalu lama tanpa olahraga dan secara genetik juga bisa rentan terhadap hipertensi,” kata ahli gizi, Anjali Mukerjee, dikutip dari laman Hindustan Times, Sabtu (4/3/2023).

Baca juga: Pemkab Lumajang Sediakan Rumah Singgah Gratis Bagi Pasien Rujukan ke Surabaya

Tak perlu takut, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Dalam kasus kelebihan berat badan, Anda bisa mulai mencoba menunrunkan berat badan. Sebab, menurut Mukerjee, penurunan berat badan dapat berdampak langsung pada tekanan darah tinggi.

Selain itu, Anda juga perlu mengontrol pola makan. Makan ikan dua sampai tiga kali sepekan juga membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

Baca juga: Vaksinasi Haji di Surabaya Capai 98 Persen, Ditarget Tuntas Sebelum Keberangkatan ke Tanah Suci

“Jangan lupa untuk berhenti merokok dan hindari mengonsumsi alkohol,” ujarnya.

Mukerjee menyebut orang yang rentan terhadap tekanan darah tinggi harus berolahraga secara teratur, paling tidak berjalan. Hal ini dilakukan agar menjaga tubuh tetap terkendali. Bawang putih diketahui dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan trigliserida.

Baca juga: Lewat Senam Kaki, Dinkes Kediri Beri Edukasi Penderita Diabetes Melitus

Suplemen magnesium juga direkomendasikan setiap hari. Jangan lupa mengonsumsi jus sayuran, terutama jus rumput gandum, memiliki efek langsung pada kontrol tekanan. "Kemudian makan batang seledri segar secara teratur membantu mengurangi tekanan darah,” kata dia.hlt/kol

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru