HET Beras Semakin Mahal, Bolog Rajin Operasi Pasar

surabayapagi.com
Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang semakin mahal. SP?SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi resmi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang semakin mahal. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan terbitnya Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras.

"Perbadan HET beras ini melengkapi regulasi perberasan di mana pada saat yang bersamaan juga diterbitkan Perbadan Nomor 6 tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras," ungkapnya, dikutip Senin (03/04/2023).

Baca juga: DPR RI Minta Bulog Perkuat Cadangan Pangan dan Bentuk Hotline Pengaduan Masyarakat

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah melalui Bulog terus melakukan operasi pasar untuk memantau harga jual beras di pasar.

"Bulog makanya kan operasi pasar terus," kata Zulkifli Hasan.

Menurutnya, saat ini Bulog sendiri terus melakukan pembelian beras yang baru dipanen dari petani lokal. Tujuannya agar Bulog dapat terus mendistribusikan stok beras ke pasar-pasar sehingga harga beras tetap stabil.

"Panen kan beli terus kan. Nah, ini fungsinya kan stabilisasi harga. Ya makanya, untuk nurunin harga kan barangnya harus banyak," jelasnya lagi.

Perlu diketahui bahwa saat ini besaran penetapan harga eceran beras sendiri akan bagi berdasarkan zonasi, yakni zona 1, 2, dan 3.

Zona 1: Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi

- HET beras medium Rp. 10.900/kg

Baca juga: Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

- HET Beras premium Rp. 13.900/kg.

Zona 2: Sumatera selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan

- HET beras medium Rp. 11.500/kg

- HET beras premium Rp.14.400/kg

Baca juga: Jaga Stok Suplai Bahan Pokok, Dua KDKMP di Tulungagung Gandeng Bulog

Zona 3: Maluku dan Papua

- HET beras medium Rp. 11.800/kg

- HET beras premium Rp. 14.800/kg. dsy/dc/fn

 

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru