Dispertan dan Ketahanan Pangan Bantu Promosi Produk Petani

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Agar produk unggulan pertanian Kabupaten Pasuruan lebih dikenal masyarakat, Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan memaksimalkan kegiatan promosi di segala lini, baik dalam bentuk pameran maupun publikasi.

Diantaranya dengan terus gencar membantu promosi melalui Profil Produk Unggulan Pertanian yang kontennya memberikan informasi sekilas tentang produk unggulan sekaligus data produksi dan produktivitas, berikut lengkap dengan kontak masing-masing produsen serta harga komoditas di tingkat petani.

Baca juga: Musim Tanam 2026, Pemkab Sampang Tambah Kuota Pupuk Bersubsidi Dorong Produktivitas Pangan

 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Diana Lukita mengatakan, diterbitkannya buku Profil Produk Unggulan Kabupaten Pasuruan untuk menunjang kegiatan promosi hasil pertanian. Meliputi pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Harapannya dapat dijadikan referensi bagi pihak yang berkepentingan mengaksesnya, baik dikonsumsi sendiri maupun untuk pengembangan usaha di bidang pertanian.

“Dengan adanya kelengkapan beragam potensi hasil pertanian ini sekaligus menjawab pertanyaan publik tentang produk-produk pertanian, termasuk lokasi pembelian dan kontak petaninya. Kita pilih kelompok petani yang potensial diajak untuk maju. 

Baca juga: Jaga Harmoni Alam, Masyarakat Adat di Pacitan Gelar Ritual "Thetek Melek" di Hamparan Sawah

Tujuannya biar masyarakat terbiasa transaksi digital yang bisa dilakukan, baik secara online, lewat WA petaninya langsung atau bisa memanfaatkan aplikasi Gojek untuk membelinya. Sebaliknya, petani kita bisa meningkatkan nilai penjualan”, jelasnya.

 Menurutnya, buku yang dicetak sampai ribuan dan dibagikan di setiap event Pemkab Pasuruan tersebut diharapkan dapat menjadi etalase bagi para petani di Kabupaten Pasuruan untuk menciptakan ceruk pasar baru. Sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap sistem penjualan online yang ditawarkan masing-masing petani. Yang sekarang sedang kami gencarkan, bagaimana merubah mindset petani kita, dari yang sebelumnya masih konvensional menjadi petani digital yang lebih berdaya saing.

Baca juga: Petani Sekarang Dikawal Menteri

 Jika awalnya petani Mangga Gadung Klonal yang kita ajak pameran, misalnya, mereka kami harapkan mampu membacanya sebagai peluang bisnis secara digital. Sehingga bisa membangun jejaring bisnis,  memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi untuk bisa terkoneksi dengan buyers-nya”, tandasnya. ris

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru