DKP2P Tuban Pastikan Tak Ada Keterlambatan Distribusi Pupuk

surabayapagi.com
Presiden Jokowi saat melakukan tanam padi di Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu. Foto: Kementan.

SURABAYAPAGI.COM, Tuban – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DK-P2P) Kabupaten Tuban Eko Julianto memastikan bahwa pendistribusian pupuk di wilayah setempat tidak mengalami keterlambatan.

Eko menegaskan bahwa keterlambatan pendistribusian pupuk subsidi di Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban minggu lalu tidak akan terulang kembali.

Baca juga: Musim Tanam 2026, Pemkab Sampang Tambah Kuota Pupuk Bersubsidi Dorong Produktivitas Pangan

“Kemarin adanya keterlambatan di Grabagan diduga karena foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) miik petani penerima belum lengkap,” kata Eko, Sabtu (24/06/2023).

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Agus Wijaya juga telah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak distributor pada 14 Juni 2023 lalu.

Eko menyampaikan, hasil klarifikasi bahwa penyebab penyaluran pupuk tersendat karena dokumen administrasi berupa foto copy KTP petani penerima masih belum dipenuhi oleh kios.

“Jadi rata-rata disana (Grabagan) masalah administrasinya dari kios ke distributor belum terpenuhi. Sehingga pupuk belum bisa didropping,” jelasnya.

Baca juga: Destinasi Sendang Asmoro Tuban, Pilihan Wisata Murah Meriah dan Seru di Akhir Pekan

Sehingga, saat ini pihaknya berharap tak ada lagi pendistribusian pupuk yang terlambat.

“Kami akan pastikan itu, termasuk kita pantau hasil penyaluran pupuk subsidi bagi petani,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sesuai arahan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky terkait keterlambatan penyaluran pupuk subsidi bagi petani, pihaknya diminta bersama Kopumdag untuk turun langsung mencari tahu problemnya apa.

Baca juga: Jaga Budaya Warisan Lokal, Kadisbudporapar Serahkan Bantuan Alat Kesenian Thak-Thakan Khas Tuban

“Pihak distributor juga menyampaikan komitmennya untuk menyalurkan sisa alokasi yang belum terserap oleh para petani,” ujarnya.

Selain itu, Eko juga meminta Korluh untuk selalu memantau pendistribusian pupuk berjalan dengan lancar. Sebagai informasi, pada pertengahan tahun 2023 jatah pupuk subsidi bagi para petani di Kecamatan Grabagan masih banyak yang belum disalurkan.

Adapun total alokasi pupuk di wilayah tersebut, untuk pupuk jenis Urea kurang lebih 3.318 ton selama 1 tahun. Sedangkan alokasi pupuk jenis NPK/Phonska sekitar 1.775 ton. tbn

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru