Sinergi Implementasi Kebijakan Fiskal Pemerintah Pusat dan Daerah Bangun Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Jatim

surabayapagi.com
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 31 Mei 2023 di Aula Mojopahit Gedung Keuangan Negara Surabaya I, Pada Senin, (26/06/2023). SP/ Ariandi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 31 Mei 2023 di Aula Mojopahit Gedung Keuangan Negara Surabaya I, Pada Senin, (26/06/2023) dan daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 10.00 s.d. selesai. Yang dihadiri peserta dari Perwakilan Kementerian Keuangan dan Media lokal Surabaya. 

Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur

Baca juga: Salurkan Bantuan ke Hargodadali, Forwan Surabaya Dorong Perhatian terhadap Lansia

Inflasi bulanan pada bulan Mei sebesar 0,18% turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,3% diakibatkan oleh adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Dari 11 kelompok pengeluaran hanya kelompok Transportasi yang mengalami delfasi (-0,05%), sedangkan kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi. Inflasi tahunan di Jawa Timur pada bulan Mei 2023 sebesar 5,02% turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 5,35%. Meskipun menurun.

Namun nilai ini masih terlampau cukup jauh diatas target ADEM APBN yang hanya sebesar 3% .Masih tingginya tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) di Jawa Timur ini disebabkan oleh tingginya inflasi beberapa kelompok pengeluaran, yaitu Transportasi (10,72%), Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran (7,13%), dan Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (5,56%). Sedangkan deflasi hanya terjadi pada kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan (-0,24%).

Ekonomi Jatim Triwulan I-2023 mencapai Rp712,63 T (ADHB) atau Rp448,95 T (ADHK) atau tumbuh 1,02% dibandingkan Triwulan IV-2022 (q-to-q) dan secara y-on-y, ekonomi Jatim tumbuh 4,95%. Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi Jatim Triwulan I-2023 dari sisi Produksi ditopang oleh Industri Pengolahan (31,00%), sedangkan dari sisi pengeluaran ditopang oleh Konsumsi-RT (60,62%). Secara Nasional, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur memberikan kontribusi sebesar 1,02% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekspor bulan Mei 2023 mencapai US$1,89 miliar, naik 2,43% (y-on-y) dan 40,90% (m-t-m). ditopang oleh Ekspor Non Migas sebesar US$1,79 miliar dengan kontribusi mencapai 94,67%. Impor bulan Mei 2023 sebesar US$2,55 miliar, turun 1,44% (y-on-y) namun naik 24,15% (m-t-m) didominasi oleh Impor Non Migas mencapai US$2,17 Miliar dengan kontribusi mencapai 85,08%.

Berdasarkan penggunaan barang, Impor bulan Mei 2023 terdiri dari Bahan baku/Penolong (72,89%), Barang Konsumsi (17,32%), dan Barang Modal (9,79%). Defisit Neraca Perdagangan bulan Mei 2023 tercatat US$0,66 miliar, terdiri dari Defisit Sektor Migas sebesar US$0,28 miliar, dan Defisit Sektor Non Migas sebesar US$0,38 miliar

Perkembangan Realisasi APBN Regional & APBD Konsolidasian.

Realisasi APBN Regional:

Pendapatan Negara pada bulan Mei 2023 mencapai Rp22,51 Triliun, terkontraksi 4,73% (m-to- m) dan 4,04% (y-on-y). Kontraksi secara m-to-m pada Bulan Mei 2023 disebabkan kontraksi pada PPh (47,17%), PPN (6,04%), PBB (80,55%), dan PNBP BLU (16,70%). 

Kontraksi secara y-on-y pada bulan Mei 2023 disebabkan oleh kontraksi pada PPN (12,07%), Cukai (12,82%), dan PNBP BLU (45,01%). Penerimaan Pajak mencapai 45,00% (Rp45,86 T) dari target (Rp101,91 T), secara nominal tumbuh 17,63% (y-to-d) ditopang pertumbuhan PPH,PPN, dan terutama PBB. Jenis penerimaan Perpajakan yang mencatatkan realisasi tertinggi adalah Pajak Penghasilan sebesar 49,77%.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai 39,93% (Rp59,86 T) dari target (Rp149,90 T), secara nominal terkontraksi 5,65% (y-to-d) disebabkan perlambatan Penerimaan BK ,BM, dan Cukai. Realisasi PNBP mencapai 60,35% (Rp2,94 T) dari target (Rp4,87 T), secara nominal tumbuh positif 3,56% ditopang baik oleh Penerimaan BLU dan PNBP Lainnya. Perubahan kebijakan pengesahan BLU setiap bulan telah dapat dilaksanakan oleh Satker BLU

Realisasi Belanja Negara pada bulan Mei 2023 terserap Rp8,57 Triliun atau 7,01�ri alokasi TA 2023 sebesar Rp122,23 Triliun. terkontraksi 16,25% (m-to-m), namun tumbuh 25,79% (y-on-y). 

Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

Kontraksi secara m-to-m terjadi baik pada Belanja K/L maupun TKD masing-masing sebesar 19,08�n 13,99% .Pertumbuhan secara y-on-y terjadi baik pada Belanja K/L maupun TKD masing-masing sebesar 39,04�n 17,63% .

Pada Bulan Mei dari total realisasi sebesar Rp8,57 Triliun terdiri dari Realisasi TKD mencapai Rp4,97 Triliun (57,96%) dan Realisasi Belanja K/L sebesar Rp3,60 Triliun (42,04%). Realisasi Belanja K/L mencapai 35,06% (Rp15,59 T) dari alokasi TA 2023 sebesar Rp44,48 T, secara nominal tumbuh positif 3,87% (y-t-d). 

Pertumbuhan ditopang oleh belanja pegawai dan belanja barang yang tumbuh positif baik nominal maupun presentase, sementara pada belanja modal mengalami kontraksi secara nominal namun tumbuh secara presentase.

Sedangkan pada belanja Bansos tumbuh positif secara Nominal, amun mengalami kontraksi secara persentase. Realisasi TKD mencapai 38,57% (Rp29,99 T) dari alokasi TA 2023 sebesar Rp77,76 T, secara keseluruhan mengalami pertumbuhan positif baik presentase dan nominal masing-masing sebesar 5,52�n 0,45%

Realisasi APBD Konsolidasian:

Realisasi Pendapatan Daerah cukup tinggi meskipun sedikit terkontraksi. Dengan realisasi Belanja Daerah cukup rendah hanya 23,73% maka terjadi surplus Rp15,91 T. Dengan Pembiayaan Netto Rp5,02 T, saldo SILPA menjadi Rp20,93 T.

Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan

Realisasi Pendapatan APBD Konsolidasian se-Jatim s.d 31 Mei 2023 mencapai Rp47,64 T (38,96�ri Target TA 2023). Realisasi Belanja Daerah APBD Konsolidasian se-Jatim s.d 31 Mei 2023 sebesar Rp31,74 T (23,73�ri Alokasi TA 2023) didominasi oleh komponen Belanja Pegawai dengan proporsi 47,75%. 

Proporsi TKD terhadap Pendapatan Daerah sebesar 62,94% menunjukkan bahwa dukungan dana pusat melalui TKD masih menjadi faktor dominan sumber pendanaan APBD di Pemda se-Jatim.

Surplus Anggaran s.d 31 Mei 2023 tercatat sebesar Rp15,91 T, dengan Pembiayaan Bersih sebesar Rp5,02 T menghasillkan SILPA s.d 31 Mei 2023 mencapai Rp20,93 T

Perkembangan Kredit Program di Jawa Timur:

Sampai dengan 31 Mei 2023, realisasi penyaluran kredit program mencapai Rp13,02 Triliun kepada 357.189 debitur yang terdiri dari penyaluran KUR sebesar Rp12,67 Triliun kepada 261.436 debitur, UMi sebesar Rp0,35 Triliun kepada 95.753 debitur.

Penyaluran KUR s.d 31 Mei 2023 mengalami kontraksi berdasarkan debitur maupun nominal masing-masing sebesar 51,70% (debitur) dan 59,30% (nominal) dari capaian sepanjang 31 Mei 2022, dan penyaluran UMi juga mengalami kontraksi baik debitur maupun nominal masing-masing sebesar 20,41% (debitur) dan 27,04% (nominal)," pungkasnya. Ar

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru