Luas Lahan Tembakau di Pamekasan Meningkat 100 Persen

surabayapagi.com
Logo DKPP Kabupaten Pamekasan. Foto: DKPP Kabupaten Pamekasan.

SURABAYAPAGI.COM, Pamekasan – Para petani di Pamekasan tengah berbondong – bondong menanami kembali lahannya dengan tanaman tembakau. Hal ini dipengaruhi oleh membaiknya cuaca di musim tanam tembakau.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Andi Ali Syahbana mengatakan bahwa luas lahan tanaman tembakau hingga awal Juli 2023 ini tercatat seluas 21.000 hektare.

Baca juga: Perkuat Industri Lokal Tembakau, Pemkab Situbondo Beri Pelatihan Melinting Rokok

“Kami berharap sampai menjelang panen nanti, cuaca ini cerah dan tidak hujan dengan intensitas tinggi. Insya Allah kualitas tembakau benar-benar baik. Dan ini impian semua petani tembakau. Mereka berharap pada musim tanam kali ini, komoditas yang mereka tanam bisa meraup untung,” kata Andi, Rabu (12/7/2023).

Andi merinci, dari 21.000 hektare lahan tembakau di 13 kecamatan yang terdata sampai awal Juli 2023, terdiri atas tembakau sawah seluas 6.500 hektare, tembakau tegal sekitar 9.000 hektare dan tembakau gunung 5.000 hektare.

Pihaknya menuturkan, saat ini tanaman tembakau ada yang masih baru awal tanam dan ada yang memasuki pertengahan, seperti tembakau yang ditanam di daerah dataran tinggi atau disebut tembakau tegal dan tembakau gunung.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Pemkab Situbondo Berikan Pelatihan Petani Tembakau

Sebagian disebut awal tanam lantaran berhubungan dengan kondisi lahan. Pasalnya sebelumnya, masih ditanami padi. Usai padi selesai dipanen, barulah petani menggarap sawahnya untuk ditanami tembakau.

Andi mengungkapkan bahwa petugas di bagian penyuluh lapangan memantau perkembangan tembakau sejak awal tanam hingga pertengahan musim tanam ini. Hal ini untuk mengetahui bagaimana kondisi tanaman tembakau sekaligus menerima keluhan dari petani tembakau perihal tanamannya.

Baca juga: Dorong Kemandirian Pekerja IHT, Pemkot Malang Gelar Pelatihan Menjahit

Lebih lanjut, ia menambahkan, selama ini pihaknya memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada petani tembakau melalui program Sekolah Lapan (SL).

“Program ini dilakukan pada saat awal tanam, pertengahan tanam dan menjelang masa panen tembakau nanti,” pungkasnya. pmk

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru