SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka memperkuat industri lokal dari sektor tembakau secara legal dan produktif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur memberikan pelatihan melinting rokok bagi ibu-ibu rumah tangga dan pemuda setempat.
Para peserta pelatihan, diajari mulai dari proses pengisian tembakau dan teknik melinting menggunakan alat sederhana hingga penyusunan batang rokok agar terlihat rapi.
Sementara itu, untuk anggaran pelatihan melinting rokok menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau atau DBHCHT. Tak hanya pelatihan saja, pihaknya juga juga memotivasi peserta pelatihan agar mereka terus berinovasi serta menjaga kualitas hasil lintingan rokok.
"Tentu tujuan utama dalam pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam melinting rokok. Harapan kami ke depan peserta pelatihan tidak hanya berhenti pada tahap belajar, namun mereka mampu membentuk komunitas atau kelompok usaha bersama," ujar Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo Edy Wiyono, Minggu (23/11/2025).
Lebih lanjut, pelatihan melinting rokok ini, selain mampu mengurangi atau menekan peredaran rokok ilegal di daerah itu, juga bertujuan pemanfaatan DBHCHT benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kegiatan ini digelar agar pemanfaatan DBHCHT tidak hanya berhenti pada program tahunan, tetapi memberi dampak positif bagi masyarakat dan pelaku industri rokok," tutur Edy.
Dan dengan adanya pemanfaatan DBHCHT tidak hanya difokuskan pada pelatihan melinting rokok saja, dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan lain yang mendukung penguatan ekonomi daerah.
Salah satu pelaku industri rokok di Kecamatan Panarukan, Kiswanto, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberi ruang bagi pengusaha lokal untuk terus berkembang. “Pelatihan melinting rokok bagi masyarakat dan pemuda ini dapat mendorong pemberdayaan di sektor usaha,” ungkapnya. st-01/dsy
Editor : Desy Ayu