SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus berdatangan mendukung Gus Muhaimin Iskandar untuk menjadi Presiden 2024. Terbaru Petani tambak asal Kabupaten Lamongan yang tergabung dalam Solidaritas Petani Tambak resmi mendeklarasikan dukunganya ke cicit KH. Bisri Syansuri.
Dukungan terhadap Ketum DPP PKB tersebut, seperti disampaikan oleh Hidayat Koordinator Solidaritas Petani Tambak Lamongan, dilakukan karena Gus Imin dianggap sebagai tokoh dan politisi yang komitmen terhadap kepentingan petani dan sektor pertanian serta tambak.
"Dukungan kami ke Gus Imin bukan tanpa alasan, karena beliau sangat pedulian terhadap petani, dan saya yakin Gus Imin memiliki visi dan solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi," ujarnya saat membentangkan spanduk dukungan di areal tambak Desa Plaosan Kecamatan Babat, Lamongan, Minggu (16/72023).
Lebih lanjut, Hidayat menjelaskan, deklarasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kesatuan petani tambak Lamongan dalam mendukung sosok Gus Muhaimin yang dianggap mampu memperjuangkan kepentingan mereka di tingkat nasional. "Semoga dukungan ini memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani tambak di Lamongan serta seluruh negeri ini," tutupnya.
Sekitar 80 orang perwakilan petani tambak di Lamongan mendeklarasikan Gus Muhaimin menjadi presiden.
Apalagi menurutnya, Gus Muhaimin adalah tokoh dan politis yang mampu menata regulasi untuk lebih berpihak ke petani, khususnya para petani tambak di Kabupaten Lamongan. "Kami yakin Gus Muhaimin bisa melakukan berbagai terobosan agar nasib kami para petani tambak bisa ikut sejahtera," ungkapnya.
Dituturkan oleh Hidayat, PKB adalah partai yang selama ini konsen dengan peningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakat di pedesaan, utamanya soal bagaimana dana desa itu tepat sasaran dalam membantu warga desa.
Oleh karenanya, melalui dukungan ini Hidayat bersama para petani tambak berharap, sejumlah persoalan yang dihadapi oleh petani tambak bisa segera diselesaikan dan dicarikan solusi konkrit.
"Sudah dua tahun terakhir, petani tambak tidak bisa menerima pupuk bersubsidi dari Kementan, padahal para petambak ini kesulitan mendapatkan pembiayaan yang terjangkau," terangnya.
Persoalan lain yang dihadapi petambak, sebut Hidayat, tentang anjloknya harga saat panen. Apalagi, infrastruktur yang ada di Lamongan masih kurang memadai.
Harapannya pengembangan teknologi pertanian bisa semakin inovatif, demi membantu petani tambak dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan produktivitas.
"Kami berharap, perhatian besar Gus Muhaimin pada sektor pertanian dan pembangunan yang mampu meningkatkan infrastruktur pertanian, memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi petani, dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian," bebernya.jir
Editor : Moch Ilham