DPKP Jatim Beberkan Langkah Antisipasi Dampak El Nino

surabayapagi.com
Foto ilustrasi.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi ancaman El Nino yang diprediksi terjadi pada puncaknya Agustus-September 2023.

El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur.

Baca juga: Pererat Ukhuwah dan Hubungan Bilateral, Khofifah dan Atase Arab Saudi Buka Puasa Bersama Ribuan Warga di Surabaya

Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia, sehingga memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.

"Langkah ini penting untuk mengamankan pertanian di Jawa Timur terhadap El Nino yang diperkirakan terjadi September nanti," kata Kepala DPKP Provinsi Jawa Timur Dydik Rudy Prasetyo di Surabaya, Kamis, (27/7/2023).

Dydik mengatakan bahwa langkah yang dilakukan yakni memaksimalkan capaian target luas tanam Juli-September 2023 yang telah ditetapkan dengan menyusun gerakan tanam di bulan Juli, Agustus dan September seluas 285.882 hektare.

Baca juga: Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Kemudian, melakukan budidaya tanaman sesuai iklim dan kondisi setempat, antara lain pemilihan varietas benih tahan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan toleran kekeringan.

"Mengintensifkan monitoring, evaluasi dan pelaporan secara rutin dan online terhadap perkembangan luas serangan OPT dan dampak kekeringan," ujarnya.

Baca juga: Puasa Pertama, Gubernur Khofifah Sidak Sembako Pasar Larangan Sidoarjo Harga Dinamis

Selain itu, juga mengoptimalkan dukungan sarana prasarana berupa pompa air yang telah tersedia antara lain perpompaan besar, perpompaan menengah, embung serta mendorong perpompaan melalui sumur submersible secara swadaya oleh petani.

"Langkah tersebut diharapkan bisa meminimalisasi dampak el nino untuk petani di Jawa Timur. Mulai sekarang petani juga harus waspada," tutupnya. sb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru