Risiko Cabut Bulu Hidung yang Menjulur

surabayapagi.com

 

SURABAYAPAGI, Jakarta - Tidak semua area rambut di tubuh bisa dihilangkan dengan dicabut atau di-waxing. Salah satunya area yang tidak boleh adalah di hidung. Dokter memperingatkan metode penghilangan bulu itu dapat menyebabkan bulu tumbuh menyakitkan, kemerahan, dan iritasi.

Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga

Mencabut bulu mencegahnya melakukan peran untuk menjebak serbuk sari, debu, dan iritasi lain yang dihirup. Dokter spesialis telinga hidung tenggorok (THT) Nicole Aaronson tidak merekomendasikan metode penghilangan bulu di hidung.

Menurut dr Aaronson, waxing menembus penghalang kulit dengan menciptakan celah bagi bakteri untuk masuk ke jaringan yang lebih dalam, sehingga menciptakan peluang infeksi.

"Bulu yang tumbuh ke dalam terjadi setelah bulu dicabut ketika bulu baru yang beregenerasi dari folikel tidak dapat menembus kulit. Karena waxing mencabut bulu hingga ke akarnya, bulu harus menemukan jalan keluarnya lagi melalui lapisan luar kulit," kata dr Aaronson, dilansir The Sun, Kamis (10/8).

Infeksi yang muncul bisa berupa vestibulitis hidung ketika bagian dalam hidung terkena infeksi staph yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Gejalanya meliputi kemerahan di dalam atau di luar lubang hidung, benjolan seperti jerawat di pangkal bulu hidung, kerak di sekitar lubang hidung dan nyeri, serta benjolan atau bisul di hidung.

Baca juga: Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Infeksi lain furnkulosis memengaruhi bagian yang lebih dalam dari folikel rambut di hidung. Biasanya, itu menyebabkan rasa sakit, bengkak, kemerahan, dan nyeri tekan. Dalam kasus yang jarang terjadi, itu dapat menyebabkan trombosis sinus kavernosa, yaitu pembentukan bekuan darah di bagian otak belakang mata.

Oleh karena itu, bulu di hidung penting karena bertindak sebagai penghalang fisik dan menghentikan alergen masuk ke lubang hidung yang bisa merusak tenggorokan dan paru-paru. Ketika serangga kecil atau iritasi lainnya menyentuh bulu hidung, itu akan memicu bersin yang mencegahnya masuk lebih jauh ke saluran hidung.

Bulu juga menjebak kelembapan di hidung, melembapkan udara yang dihirup, sehingga lebih nyaman untuk paru-paru. Jika bulu hidung menjulur keluar karena terlalu panjang, Anda bisa mengatasinya tanpa perlu mencabutnya.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Chief executive Rubis Tweezers Fides Baldesberger mengingatkan untuk tidak mencabut bulu hidung. Terlebih, itu sangat menyakitkan.

"Jika khawatir bulu tumbuh sampai ke luar lubang hidung, Anda bisa memangkasnya dengan gunting. Gunakan gunting yang dirancang untuk menghilangkan rambut di wajah. Itu bukan sembarang gunting," ucap dia.hlt/ana

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru