SURABAYAPAGI.com, Kediri - Kantor Cabang Perum Bulog Kediri akan mengambil langkah antisipasi demi mencukupi kebutuhan beras di wilayah Kediri. Pasalnya memasuki musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini, produksi padi di Kediri menurun.
Tingkat produksi bahan makanan yang menurun itu pun juga bisa menimbulkan kekhawatiran lain seperti ancaman inflasi yang disebabkan oleh tingkat permintaan masyarakat yang melebihi ketersediaan barang. Pada akhirnya, kelangkaan barang itu akan menimbulkan lonjakan harga.
Baca juga: Dalam Sebulan, BPBD Situbondo Catat Kasus Kebakaran hingga 25 Kali
Pemimpin Kantor Cabang Perum Bulog Kediri Imam Mahdi mengatakan, kekurangan beras ini tak sekadar karena menurunnya produksi tanaman beras. Juga akibat banyaknya petani yang berganti tanaman. Yaitu ke non-padi, seperti tebu misalnya.
“Bagi mereka (petani, Red) menanam padi tidak menarik lagi. Artinya, modal awal saat bertemu HPP (harga pokok penjualan, Red)-nya, saat dijual, itu keuntungannya sangat tipis,” tambah Imam, Senin (14/08/2023).
Akibatnya banyak petani beralih ke komoditas lain. Termasuk di antaranya jagung dan tebu. Yang dianggap tidak membutuhkan banyak air. Yang sulit didapat saat kemarau seperti sekarang.
“Itu yang harus kami dapatkan. Baik dari pengadaan dalam negeri maupun dari luar negeri. Wilayah kami termasuk Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk. Tiga wilayah ini yang harus dipastikan kebutuhannya tercukupi,” tandasnya.
Baca juga: Petani Tuban Diteror Kemarau Panjang, Irigasi Persawahan Lumpuh Total
Sebagai informasi, pada umumnya masyarakat di wilayah Kancab Kediri memiliki pola tanam yang sama. Yakni dua kali masa tanam untuk padi, serta jagung menjelang akhir tahun.
Sebelumnya diberitakan, cuaca ekstrem yang terjadi selama kemarau turut memicu anjloknya produksi beras dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, bulog harus mengambil produk impor.
Sedikitnya, 90 persen dari stok beras di gudang bulog Kancab Kediri saat ini merupakan impor. Itu dari total sekitar 3,8 ribu ton beras yang dimiliki saat ini.
Baca juga: Petani Was-was Gagal Panen, Kemarau Panjang Ancam 5 Kecamatan Blitar
Sementara itu, upaya impor dilakukan guna mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. Yang diperkirakan juga masih membutuhkan sekitar 5 ribu ton untuk mengamankan stok pangan di tiga wilayah di Kancab Kediri ini.
“Itu (impor beras, Red) bukan untuk mematikan harga petani. Tetapi kami melihat cadangan beras pemerintah sangat kurang kalau tidak impor. Makanya kami mengadakan percepatan,” terang Imam.
Imam sendiri berharap agar petani tetap menanam padi. Salah satunya varietas padi gogo yang dinilai tidak membutuhkan banyak pengairan. kdr-01/dsy
Editor : Desy Ayu