Mitos Burung Babat Mayat di Kalimantan, Dipercaya Penanda Kabar Kematian

surabayapagi.com
Burung babat mayat yang berada di Kalimantan Tengah. SP/ KLM

SURABAYAPAGI.ocm, Kalimantan - Salah satu legenda urban di Kalimantan, burung babat mayat dikenal sangat sakral. Warga di Tanah Borneo, khususnya masyarakat lokal sekitar Sungai Sekonyer di Kalimantan Tengah (Kalteng), mempercayai burung babat mayat yang sedang terbang membawa pesan kematian.

Burung cantik ini bertubuh mungil, kakinya kecil, dan ekornya panjang bak murai batu. Ada jambul eksotis di kepalanya. Mungkin karena ekornya panjang, burung cantik ini disebut juga burung tali mayat atau babat mayat.

Sementara itu, Tour guide Taman Nasional Tanjung Puting, Ria Fitria mengatakan bahwa masyarakat lokal meyakini jika sampai melihat burung babat mayat terbang menyeberangi Sungai Sekonyer, itu berarti penanda ada keluarga yang bakal meninggal dunia.

"Saya punya teman, dia membuktikan mitos ini. Jadi, saat itu sedang bawa tamu, dia tidak sengaja lihat burung babat mayat melintasi sungai. Enggak lama setelah itu, dia dapat SMS kalau pamannya meninggal dunia," cerita Ria, Jumat (25/08/2023).

Ria sendiri mengaku pernah melihat burung tersebut. Tapi, saat itu dia melihat burung tidak menyeberangi sungai, melainkan dia melintas ke depan di sisi hutan yang sama. 

"Kalau ini tidak menandakan adanya pesan kematian dan benar, tidak ada yang meninggal," sambung Ria.

Ria menambahkan bahwa keberadaan burung babat mayat di Taman Nasional Tanjung Puting sangat dilindungi karena populasinya mulai langka.

Nama Babat Mayat sendiri diberikan pada burung ini oleh warga Kalimantan karena pesan kematian yang dibawanya. "Jadi, babat itu membelah sungai, sedangkan mayat itu kematian. Makanya namanya Burung Babat Mayat," tambah Ria.

Dalam mitos yang berkembang, ketika seseorang melihat burung dengan ekor putih panjang melintas menyebrangi Sungai Sekonyer, itu pertanda ada keluarga yang bakal meninggal dunia.

Sehingga kepercayaan tersebut dapat dipercaya dan tidak. Akan tetapi, kini keberadaan burung ini terbilang langka dan jika berhasil melihatnya, maka jadi kebanggaan tersendiri karena masuk burung endemik Asia yang dilindungi. Saat ini burung tersebut hidup bebas di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. klm-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Berita Terbaru