Sosialisasikan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, Indah Kurnia Ajak Ribuan Warga Kedungturi Jalan Sehat

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya - Guna memastikan pemahaman masyarakat akan Rupiah, Bank Indonesia bersama Indah kurnia menggelar sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di kantor PAC PDI Perjuangan, RW 05, desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Surabaya, Minggu (27/2023). 

Ratusan warga mengikuti acara yang dibarengi oleh jalan sehat tersebut. Beragam hadiah menarik juga disiapkan guna menambah kesemarakan kegiatan yang di gelar di halaman balai RW.

Acara yang dikemas dengan jalan sehat tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri oleh ratusan warga. Puluhan doorprize menarik juga disiapkan bagi warga yang hadir sejak pagi di halaman balai RW. 

Purwoto, ketua RW 05 desa Kedungturi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Indah Kurnia dan Bank Indonesia karena sudah berkenan hadir di desanya dan menyapa warga. 

"Terimakasih Bu Indah Kurnia dan Bank Indonesia yang sudah datang ke tempat kami, juga menghadirkan mobil pintar di lingkungan kami," ungkapnya.

Purwoto menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan ini warganya mendapat banyak pengetahuan baru terkait gerakan cinta, bangga dan memahami rupiah.

"Semoga nantinya warga bisa lebih bisa menjaga dan menghargai uang rupiah," Ujarnya.

Purwoto mengaku dirinya dan warga desa Kedungturi telah banyak disuport oleh Indah Kurnia dan Bank Indonesia.

Pada sektor UMKM, desa kedunguri dikenal dengan produk UMKM berupa olahan kedelai seperti tahu dan tempe. 

Purwoto menjelaskan bahwa selama ini produk UMKM desa kedungturi di suport oleh Indah Kurnia dan Bank Indonesia berupa KUR.

"Dengan bantuan KUR ini, kita di tahun 2020 hingga ditahun 2022 bisa tetap eksis dan dapat mencukupi kebutuhan para pengrajin untuk bahan baku tahu dan tempe berupa kedelai," Ujar Purwoto.

Hingga kini warga desa Kedungturi telah terbentuk UMKM Podo Joyo yang bergerak dibidang kuliner yang juga telah mendapat KUR untuk permodalan yang dikelolah warga Kedungturi sendiri.

Selain KUR, waega desa juga telah mendapat bantuan dari BI berupa mesin pecah kulit kedelai dan bantuan drum wadah tahu.

"Kami atas nama koperasi Bakti Makmur desa Kedungturi mengucapkan terima kasih atas kepedulian teman-teman dari BI yang disuport oleh Indah Kurnia," Katanya.

Purwoto juga memberikan sebuah pantun sebagai ucapan terima kasih ya kepada Indah Kurnia yang telah bersedia menggelar kegiatan jalan sehat bagi warganya.

"Ambil kelapa di desa Kedungturi, bu Indah Kurnia tetap menjadi pilihan kami," Ujarnya.

Disamping itu, Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Wahyu Hidayat dan Jindan Alwifaqi tampil bersama memberikan pemahaman mengenai rupiah kepada warga. 

"Bank Indonesia akan terus berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai rupiah," Ujarnya.

Pada kegiatan ini, para petugas dari BI juga melakukan pengecekan uang warga. Wahyu dan Jindan juga memberikan apresiasi kepada warga yang menjaga uang rupiahnya dengan baik.

Pada kesempatan ini, para pemateri memberikan pemahaman tentang mengenali uang asli kepada warga. Petugas BI menyebut cara mengenali uang asli tersebut ialah dengan cara 3D, yaitu, diraba, dilihat, dan diterawang.

Bank Indonesia bekerja sama dengan komunitas tuna netra agar lebih memudahkan mereka untuk mengenali pecahan uang rupiah yang baru. 

Petugas juga mensosialisasikan tata cara penukaran uang yang telah rusak dengan uang yang baru. 

"Agar nominal rupiah yang telah rusak dapat ditukarkan dengan nominal yang sama yaitu dengan ditukarkan di Bank atau dapat langsung mendatangi Bank Indonesia," Ujar Wahyu. 

Dalam hal ini, Bank Indonesia memberikan akses penukaran uang yang telah rusak dengan uang baru dengan nominal yang sama tanpa potongan apapun pada hari kamis, atau dengan mengakses website resmi Bank Indonesia Pintar.BI.co.id.

Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia ditempat terpisah menyampaikan, aksi mencintai, bangga, dan memahami rupiah merupakan awal bagi masyarakat untuk dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara, melalui kehidupan sehari-hari.

"Saya mengajak warga Kedungturi dan seluruh warga Taman agar memahami dan memperlakukan Rupiah dengan baik. Bukan hanya dalam arti fisik, namun juga bagaimana menggunakan (rupiah) itu untuk spending better (belanja yang berkualitas)," Ujar Indah.

Indah menyebut bahwa cara untuk menghargai dan memahami rupiah adalah dengan memahami penggunaan rupiah berdasarkan prioritas kebutuhan, terutama yang produktif. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru