Proyek PLTU Batubara Telah dihapus Sejak 2 Tahun Lalu dari RUPTL

surabayapagi.com
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, pada acara AIPF, Jakarta 2023

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Untuk menghindari 1,9 miliar metrik ton emisi gas rumah kaca, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan telah menghapus rencana pembangunan proyek PLTU batubara berdaya 13 gigawatt dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Baca juga: Perkuat Sinergi Lintas Instansi, PLN NP UP Gresik Teguhkan Komitmen Zero Accident

Darmawan dalam acara ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF), mengklaim bahwa PLN sudah melakukan penghapusan rencana tersebut sejak dua tahun lalu.

"Dua tahun yang lalu kami telah mengeluarkan 13 GW (PLTU) batu bara dalam tahap perencanaan. Hal ini menghindari 1,8 miliar metrik ton emisi gas rumah kaca," Jelas Darmawan, Rabu (06/09/2023).

Dirut PLN ini mengatakan bahwa penghapusan rencana tersebut masih belum cukup untuk mengurangi emisi. Adapun PLN tengah merumuskan ulang RUPTL agar kebijakannya bisa lebih mendukung transisi energi.

Baca juga: Diskon Listrik Selama Januari, Bisa Beli Token Sepanjang Bulan

"Kami sedang dalam proses merancang ulang, menyusun, mendefinisikan kembali perencanaan ketenagalistrikan nasional," ungkap Darmawan

Darmawan juga mengatakan bahwa sumber energi terbarukan mayoritas berada di daerah terpencil di Indonesia. Untuk itu, PLN perlu membangun jalur transmisi yang ramah lingkungan. Agar listrik dari energi terbarukan bisa tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Baca juga: Kementerian PPPA Dukung Langkah PLN Tingkatkan Kepemimpinan Perempuan di Lingkungan Perseroan

Ia juga mengatakan bahwa PLN akan berkomitmen dalam mengurangi emisi gas rumah kaca

"Kita perlu mengurangi emisi gas rumah kaca. Dan PLN berkomitmen penuh untuk melakukan hal tersebut," kata Darmawan. jk-08/Acl

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru