Yenny Wahid Pastikan Tak Dukung Anies, Imbas Sakit Hati: 'Cak Imin Mengkudeta Gus Dur'

surabayapagi.com
Yenny Wahid. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Yenny Wahid, putri mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dipastikan tidak akan mendukung Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Hal itu terkait konflik menahun antara Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan keluarga mendiang Gus Dur.

Konflik yang terjadi dalam Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara pada 2008 menyisakan luka bagi putrinya Yenny Wahid.

Baca juga: Pererat Silaturahmi Capres Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Gusdur

"Muktamar Ancol kurang apa terang benderangnya. Di situ Gus Dur diganti, di situ Gus Dur dikudeta. Kok Masih klaim menyatakan sebaliknya. Saya rasa publik juga sudah dewasa, bisa lihat banyak kok saksinya yang ikuti proses politik terjadi," ujar Yenny Wahid.

Bahkan, kata Yenny, sampai Gus Dur mengeluarkan surat serta wasiat yaitu agar untuk mengganti posisi Cak Imin.

Setelah ditanya alasan dirinya tidak mendukung Bacapres Anies Rasyid Baswedan dikarenakan pihaknya kini telah berpasangan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

"Posisi saya sejak awal bukan rahasia. Jadi sudah jelas sekali, ketika waktu itu Cak Imin masih berkoalisi dengan Pak Prabowo, saya sudah menyatakan secara terbuka posisi kami," jelasnya.

Baca juga: Gus Dur, Wali ke-10, Wajar...

"Akan sulit sekali bagi kami mendukung Cawapres yang bersanding dengan orang yang pernah mengkudeta Gus Dur, sulit posisi kami sulit," sambungnya, Kamis (07/09/2023).

Oleh karenanya, kali ini dengan tegas Yenny Wahid mengatakan dirinya tak mendukung pasangan itu lantaran faktor Cak Imin yang pernah mengkudeta Gus Dur dari pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca juga: Makam Gus Dur Kembali Dibuka untuk Umum

"Kami para anak buah Gus Dur, pengikut Gus Dur, ya pilihan politiknya tinggal 2, dan sedang kami olah, kami melakukan proses komunikasi dengan kedua kelompok tersebut, kelompoknya Pak Prabowo dan Pak Ganjar," kata Yenny Wahid.

Yenny mengatakan, bahwa keluarga Gus Dur memiliki pilihan politik dan rambu-rambunya sendiri dalam menentukan arah dukungan di Pilpres 2024. Berdasarkan rambu-rambu tersebut, Yenny memastikan bahwa keluarga Gus Dur hanya akan memilih Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo. 

"Posisi saya tidak berubah, keluarga kami menghormati proses demokrasi yang terjadi. Tapi dalam melakukan pilihan politik, kami punya rambu-rambu sendiri yang kami pegang, dan jelas kami posisi kami, kami utarakan berkali-kali, jelas sekarang tinggal 2 pasang calon yang sedang kami pertimbangkan," tegasnya. jk-05/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru