SURABAYAPAGI.COM, Jepara - Pelaku industri furnitur Jepara mengharapkan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2023 yang diadakan di Indonesia dapat membuka pintu ekspor produk mebel dan ukir asal daerah itu, serta memulihkan kembali industri mebel.
Industri mebel merupakan salah satu industri yang terdampak pandemi. Salah satu pengusaha mebel dari Jepara berharap bahwa melalui KTT ASEAN 2023 ini, pintu ekspor furnitur dapat terbuka dan industri ini dapat bangkit kembali.
Baca juga: Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Lumajang Integrasikan UMKM dengan Digitalisasi dan Hilirisasi
"Kami berharap KTT ASEAN dapat membantu Industri Furniture di Jepara untuk bangkit kembali, terutama dengan membuka kembali pasar yang sempat tertutup akibat pandemi Covid-19," jelas Haidar, Rabu (06/09/2023).
Haidar mengatakan bahwa beberapa negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia merupakan pasar yang bagus. Pria ini mengatakan bahwa di negara contohnya Singapura banyak pedagang (trader) yang bergelut dibidang furnitur.
Saat ini sebagai pelaku usaha Haidar mengatakan bahwa industri ini membutuhkan edukasi di bidang merk dan desain. Hal ini dikarenakan tidak sedikit merk-merk di Singapura, yang sebetulnya merupakan produk dari Jepara.
Baca juga: Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat
"Bahkan saat ini kami masih sering mengirim ke Singapura untuk beberapa merek tertentu," ungkap Haidar.
"Ada beberapa merek tertentu yang tidak bisa kami sebutkan, sebenarnya hasil karya dari tangan perajin di Jepara," Imbuhnya.
Haidar juga mengatakan bahwa sudah saatnya industri mebel di Jepara menjadi pemilik merk dengan desain yang otentik (authentic). Sehingga selain menjadi pemasok atau produsen, pelaku usaha mebel ini juga memiliki merknya tersendiri.
Baca juga: DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan
Ia juga mengatakan untuk terus menyuarakan kerja sama yang setara.
"Kita semuanya harus terus menyuarakan kerja sama yang setara. Kita mampu mendesain, kita mampu memproduksi, kita mampu memberi merk, kita mampu memasarkan. Dari hulu ke hilir kita mampu melakukan," kata Haidar.
Adapun menurut Haidar saat ini pemerintah sudah mampu memberikan kemudahan dalam mengurus perizinan seperti merk HAKI dengan biaya yang terjangkau dan bisa dilakukan secara online. jpr-01/Acl
Editor : Redaksi