Novelis Indonesia Laksmi Pamuntjak Buka Suara Terkait Frankfurt Book fair

surabayapagi.com
Novelis Laksmi Pamunjtak Buka Suara Terkait Pengunduran Diri Indonesia di FBF.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indonesia yang diwakili oleh Pusat Perbukuan Kemendikbudristek dan Ikatan Penerbit Indonesia memutuskan untuk batal mengikuti Frankfurt Book Fair (FBF) dikarenakan pernyataan sikap Frankfurter Buchmesse yang mendukung Yahudi dan pro-Israel.

Frankfurt Book Fair (FBF) sendiri merupakan pameran buku tertua di dunia dan ada sejak 1478. Acara yang eksis memamerkan berbagai buku dari seluruh dunia ini menjadi kiblat pameran perdagangan buku.

Adapun Novelis Laksmi Pamuntjak bersuara terkait dengan pengunduran diri delegasi Indonesia dari FBF ini.

"Saya juga mendukung teman-teman penulis seluruh dunia yang telah menandatangani surat terbuka yang mengecam keputusan FBF," ungkap Laksmi Pamuntjak, Selasa (17/10/2023).

Novelis yang  menerima penghargaan sastra Jerman LiBeraturpreis saat Indonesia menjadi tamu kehormatan FBF 2015 ini, bersikukuh pada pendiriannya bahwa loyalitas tertinggi sebuah pameran buku adalah pada kemanusiaan. 

"Dan ketidakmampuan FBF untuk membela hingga mempertahankan keputusan sastrawi-nya, meski keputusan ini disebabkan oleh luka sejarah yang dalam dan bukan bagi kita untuk menimbang nilai maupun keabsahannya-adalah sesuatu yang perlu disesalkan," tegasnya.

Novelis Aruna dan Lidahnya juga menegaskan Frankfurt Book Fair tidak bisa lagi mewakili suara dunia karena keberpihakan terhadap Israel dan tidak melihat penderitaan rakyat Palestina.

"Keberpihakan FBF pada Israel di mana Israel dan Palestina sama-sama mengalami penderitaan hebat menunjukkan bahwa pameran buku ini tak lagi mewakili suara dunia, di mana semua bangsa dan negara berhak dan layak mendapat panggung untuk menyuarakan kebenaran mereka masing-masing," ujar Novelis tersebut.

Laksmi menegaskan ketika FBF memutuskan untuk menambah panggung untuk penulis Israel, seharusnya mereka melakukan hal yang sama untuk penulis Palestina.

"Sebagaimana FBF ingin menambah "panggung untuk para penulis Israel" seharusnya mereka juga menambah panggung untuk para penulis Palestina, bukan malah membungkam mereka," katanya.

Laksmi juga mengatakan bahwa sebagai pameran buku terbesar FBF berada di posisi yang baik untuk mempersatukan pihak yang berkonflik dalam dialog yang konstruktif serta memiliki potensi untuk memulihkan.

Dalam surat terbuka Laksmi Pamuntjak kepada FBF, ia menegaskan ada keberpihakan yang berbeda dari media-media Jerman dan media lainnya dalam mengusut kasus Adania Shibli novelis asal Palestina yang 'dibungkam' FBF. 

Menurut agen sastra Adania, bila upacara tetap diselenggarakan sang novelis akan menggunakan kesempatan itu untuk merenungkan peran sastra dalam masa yang kejam dan penuh penderitaan ini. ac

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru