SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat penduduk usia produktif dari kalangan generasi Z disebut menyumbang kontribusi terbesar jumlah pengangguran di Tanah Air. Tahun ini naik, sebanyak 7,86 juta orang alami pengangguran per Agustus 2023.
Kalangan generasi Z ini diketahui banyak menganggur lantaran terlalu selektif dalam memilih pekerjaan. Sementara itu, dengan pengalaman yang minim, generasi Z ini sangat sulit bersaing dengan yang sudah jauh lebih matang.
Baca juga: Ekspor Jatim Turun 5,33 Persen, Impor Naik 16,56 Persen hingga Juli 2026
"Mereka lebih mengutamakan work life balance," jelas Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Minggu (12/11/2023).
Baca juga: Pemkot Surabaya Perluas Akses Penyerapan Tenaga Kerja, Tekan Pengangguran Terbuka
Selain itu, Gen Z ini ini biasanya mengandalkan keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi atau keluarga untuk menentukan tempat bekerja dan lebih memilih sektor yang dekat dengan teknologi dan industri kreatif. Di sisi lain, sektor teknologi atau digital belum menyerap tenaga kerja secara optimal.
Diketahui, berdasarkan survei angkatan kerja nasional (Sakernas) pada Agustus 2023, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta dari total angkatan kerja mencapai 147,71 juta orang. Mayoritas didominasi oleh penduduk usia 15-24 tahun atau yang tergolong generasi Z.
Baca juga: Job Fair Kabupaten Mojokerto Sediakan 1.258 Lowongan, Bupati Gus Barra Dorong Penurunan Pengangguran
BPS mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Agustus 2023 sebesar 5,32 persen turun dari level Agustus 2022 sebesar 5,86 persen. Hal ini lantaran jumlah pengangguran juga turun 560 ribu orang dari Agustus 2022. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu