SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pengangguran menjadi masalah nomor satu ekonomi Indonesia, setidaknya hingga tahun 2028 mendatang. Selain Indonesia masih ada 26 negara lainnya yang masalah penganggurannya menjadi ancaman nomor satu pada pengembangan ekonomi nasional.
Hal ini terungkap dalam laporan terbaru World Economic Forum (WEF) bertajuk Global Risks Report 2026.
WEF melakukan survei Executive Opinion Survey 2025 yang menjaring persepsi para pimpinan bisnis di dalam negeri maupun luar negeri. Dari survei itu disimpulkan ada lima hal yang jadi ancaman besar ekonomi Indonesia.
Dalam laporannya, WEF mengingatkan bahwa pengangguran dapat mendorong ketidakstabilan sosial dan politik di Indonesia.
"Kurangnya peluang ekonomi atau pengangguran dapat mendorong ekstremism, ketidakpercayaan terhadap institusi yang berkaitan dengan misinformasi dan disinformasi, serta pengawasan berlebihan," tulis laporan tersebut, dikutip Minggu (25/1/2026).
Disebutkan juga demografi yang dimiliki di Indonesia dan 26 negara lainnya dinilai belum sepenuhnya diimbangi oleh penciptaan lapangan kerja berkualitas. Ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri, dominasi sektor informal, serta perlambatan ekonomi global berpotensi memperlebar kesenjangan kesempatan kerja. Kondisi ini dinilai dapat memicu persoalan sosial lanjutan apabila tidak direspons dengan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif.
Laporan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) pada November 2025 kemarin, jumlah pengangguran secara nasional pada posisi Agustus 2025 ada sebanyak 7,46 juta orang. Jumlah pengangguran ini turun jika dibandingkan Agustus 2024, namun penurunannya sangat tipis hanya sekitar 4.000 orang.
Data juga menunjukkan jumlah penduduk yang masuk kategori usia kerja mencapai 218,17 juta orang per Agustus 2025. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 2,80 juta orang jika dibandingkan Agustus 2024.
Kemudian, angkatan kerja mencapai 154 juta orang atau bertambah 1,89 juta orang. Artinya, jumlah masyarakat di usia produktif dan butuh pekerjaan terus bertambah setiap tahunnya. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham