SURABAYA PAGI, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menilai rotasi 231 pejabat di lingkungan pemerintah kota (pemkot), mulai tingkat kelurahan hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat di pengujung tahun 2023, merupakan langkah strategis Wali Kota Eri Cahyadi menjelang purna tugas tahun depan.
"Jabatan wali kota saat ini berbeda dengan periode sebelumnya yang bisa penuh lima tahun, tapi sekarang karena Pemilu serentak jadi hanya menjabat tiga tahun," kata Reni melalui keterangan resmi yang diterima di Surabaya, Sabtu.
Baca juga: Genjot Pemeliharaan Jalan, Pemkot Surabaya Gelontor Anggaran Rp 40 M
Dia memandang Eri Cahyadi menginginkan komposisi pimpinan OPD yang handal sehingga mampu membantu merealisasikan program kerja yang telah disusun dan mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat.
"Ini menjadi hak prerogatif wali kota," ujarnya. Diharapkan penempatan para pejabat di instansi yang baru didasari oleh penilaian yang mengacu pada kapasitas dan rekam jejak.
"Hal yang wajar apakah itu alasan penyegaran atau yang lain, saya melihat bahwa penentuan OPD saat ini tentu wali kota punya target dan harapan yang tinggi kepada yang terpilih," ucapnya.
Baca juga: Jadi Atensi Presiden, DPRD Surabaya Komitmen Perkuat Perlindungan Cagar Budaya di Kota Pahlawan
Reni pun mengucapkan selamat kepada para pejabat terpilih dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik di berbagai sektor, baik dalam pelayanan publik, pembangunan infrastruktur hingga fiskal daerah. Selain pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pencegahan banjir, problem kemacetan, dan sistem pengelolaan sampah bisa dioptimalkan.
"Semoga dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab serta menjadikan Surabaya makin hebat," kata Reni. Sebelumnya, rotasi jabatan yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pada Jumat (29/12/2023) juga menyasar sembilan jabatan pimpinan OPD. Kesembilan pimpinan dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu, yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Syamsul Hariadi, kini menduduki jabatan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).
Baca juga: Dongkrak PAD Dari Parkir, Wakil Ketua DPRD Surabaya Dukung Penerapan Parkir Digital
Kemudian, Lilik Arijanto sebelumnya memegang jabatan Kepala DSDABM, dirotasi untuk memimpin Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan, mengganti Irvan Wahyudrajad yang didapuk sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan. Kemudian, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Wiwiek Widayanti dipindah posisinya sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
Jabatan Kepala Disbuporapar diisi oleh Hidayat Syah yang sebelumnya memegang tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah. Posisi Hidayat digantikan oleh Febriana Kusumawati yang sebelumnya merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan. Selanjutnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani ditugaskan sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) menggantikan Dedik Irianto yang kini menduduki posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dedik Irianto menggantikan posisi Agus Hebi Djuniantoro yang dipindah tugaskan sebagai Kepala BPBD setempat.alq
Editor : Redaksi