SURABAYAPAGI, Surabaya - Dalam rangkaian Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menganugerahkan penghargaan Tokoh Peduli Disabilitas kepada Miseri, Kepala SLB Negeri Gedangan, atas dedikasinya dalam meningkatkan layanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Baca juga: Profesor UNESA Kritik Sepinya Bandara Dhoho Kediri Akibat Tak Seriusnya Dukungan Pemerintah
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes pada gelaran reuni akbar IKA pada Sabtu, (6/1/2024).
Miseri sendiri tidak hanya dikenal sebagai sosok pemimpin prestasi di SLB Negeri Gedangan, Sidoarjo. Tetapi ia juga merupakan alumni berprestasi yang peduli terhadap kaum disabilitas.
Miseri menegaskan bahwa masih banyak ABK yang membutuhkan pelayanan yang lebih ramah, sementara kesadaran masyarakat terhadap hal ini masih minim.
Diceritakan, sejak tahun 2000, fokus utama Miseri dan timnya adalah memberikan pendidikan, pelayanan, dan pendampingan bagi penyandang disabilitas, baik di lingkungan sekolah reguler maupun di SLB.
Yang mana, tidak hanya sekadar pemberian pengetahuan, pelayanan yang disediakan juga menciptakan komunitas yang mendukung vokasi, pengembangan bakat, dan penyaluran pekerjaan bagi ABK.
Baca juga: Khofifah Bikin SR Manfaatkan Kampus Unesa
"Tak hanya memberikan pendidikan, kami juga mengajarkan keterampilan vokasional seperti menjahit, barista, marketing digital, desain grafis, dan keterampilan lain sesuai minat-bakat," ujar Miseri.
Ia pun mengungkapkan bahwa jumlah anak didik disabilitasnya mencapai 360 orang, terbagi dengan rincian 260 di SLB Negeri Gedangan dan 100 di Yayasan Pendidikan Harmoni.
Ia juga mengaku aktif membantu dalam pelayanan sekolah inklusi, baik di Jawa Timur maupun tingkat nasional.
Baca juga: Literasi AI: Praktik Etis Proses Humanisasi Dalam Pendidikan
"Kebetulan kami menjadi pengurus Pokja (Kelompok Kerja) inklusi di Jawa Timur dan juga menjadi fasilitator profesi pendidikan khusus di tingkat Nasional, kebetulan saya Ketua Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia," jelasnya
Miseri juga mengaku gembira karena ada anak didiknya yang dari SLB bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi.
"Anak didik kami disabilitas juga ada yang kuliah di Unesa untuk mendukung pendidikannya," pungkasnya.Ain
Editor : Mariana Setiawati