SURABAYAPAGI.com, Jombang - M Gufron yang merupakan seorang pandai besi asal Dusun/Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang mengakui, sejak beberapa pekan terakhir pesanan alat pertanian seperti cangkul maupun sabit meningkat hingga 30 persen. Hal itu lantaran tengah memasuki masa musim tanam.
Dirinya mengaku, setiap harinya dapat melayani pesanan hingga tujuh buah alat pertanian baik sabit maupun cangkul. Jumlah itu, cenderung naik dibandingkan hari sebelumnya yang rata - rata membuat empat buah alat pertanian setiap hari.
Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir
”Ya alhamdulillah ada peningkatan sekitar 30 persen per hari,’’ ujarnya, Selasa (20/02/2024).
Selama ini, ia mengakui belum bisa memproduksi dalam jumlah banyak lantaran keterbatasan alat dan pekerja. Sejak 20 tahun berkecimpung di dunia usaha pande besi, Gufron mengaku bisa membuat beragam peralatan pertanian. Mulai sabit, cangkul, pisau, golok dan lain-lain.
Baca juga: Musim Tanam 2026, Pemkab Sampang Tambah Kuota Pupuk Bersubsidi Dorong Produktivitas Pangan
Dalam memproduksi alat pertanian itu, ia menggunakan beberapa bahan tergantung pesanan. Mulai dari besi, baja, besi per, roda gila dan lain-lain.
”Saya setiap hari tidak bisa membuat banyak. Karena yang membantu hanya satu orang. Namun, soal kualitas ya bisa ditanya ke pelanggan. Dalam memproduksi alat pertanian ini, saya tetap bertahan dengan cara tradisional,’’ tandasnya.
Baca juga: Harga Kedelai Naik di Jombang, Pengelola Bisnis Tahu: Biasa Aja, Tidak Berdampak
Sementara itu, saat disinggung mengenai harga setiap barang, Gufron juga mematok dengan harga yang lumayan terjangkau. Misalnya, jenis pisau dapur ukuran panjang 15 cm dijual dengan harga Rp 25 ribu, ukuran 20 cm dipatok Rp 30 ribu, dan ukuran 30 cm dipatok Rp 40 ribu.
Sedangkan pisau untuk menguliti daging dengan panjang 15 cm sekitar Rp 30 ribu. Sedangkan, pisau untuk menyembelih Rp 120 sampai Rp 150 ribu per buah. jbg-01/dsy
Editor : Desy Ayu