SURABAYAPAGI.com, Kalimantan - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) mendorong desain IKN ramah dengan menggandeng UMKM lokal. Sehingga kedepan, produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bakal masuk untuk memenuhi kebutuhan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kemenkop berkeinginan untuk furnitur produksi UMKM itu nantinya dapat digunakan dI IKN. Baik untuk perumahan, perkantoran, sekolah, dan sebagainya.
Baca juga: Media Inggris Ngecap IKN Terancam Jadi 'Kota Hantu'
Deputi Bidang UKM Kemenkop Hanung Harimba Rachman mengatakan, guna mewujudkan berbagai keinginan itu, lanjut Hanung, Kemenkop akan mendiskusikannya dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
"Pak Menteri sudah memerintahkan saya untuk bicara kesana, jadi saya sudah janjian sama LKPP untuk bicara," jelas Hanung, Rabu (06/03/2024).
Baca juga: Golkar Usili Status IKN Ibu Kota Politik
Selaras dengan pemerintah, yang saat ini sudah mengatur penempatan UMKM di IKN. Lanjut Hanung, barang yang masuk ke IKN diharapkan memang produk asli Indonesia. Misal, kata Hanung, material untuk furnitur.
"Itu harus ada komponennya rotan, negara lain kan nggak punya dan ini ada justifikasinya juga, rotan dan bambu itu adalah material masa depan yang green, beda sama kayu yang ditebang, itu kan nggak green," jelasnya lagi.
Baca juga: Pembangunan IKN Masuk Urutan ke-73, Program Prabowo
Nantinya, produk UMKM yang masuk ke IKN tidak sendiri-sendiri, melainkan diagregasi. Tujuannya agar kualitas terjaga dan pasokannya bisa terpenuhi.
Hanung menegaskan, produk UMKM juga bisa dibuat mewah dan bagus, sehingga bisa memenuhi kebutuhan di IKN. "Jangan bayangkan UKM produknya cemen. Enggak lah, bisa lah nanti kita tunjukin UKM kita produknya produk bagus," tegasnya. klm-01/dsy
Editor : Desy Ayu