Dipicu Harga Pakan, Komoditas Telur dan Daging Ayam Naik di Pasar Tradisional Lamongan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Pedagang telur ayam di salah satu pasar Lamongan. SP/ LMG

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang sepakan Ramadhan 2024, sejumlah harga bahan pangan mulai naik. Salah satunya harga telur dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo naik. Kenaikan tersebut diduga dipicu kenaikan harga pakan ayam sejak tiga hari lalu.

Menurut Mistia, pedagang daging ayam, komoditas yang naik di sejumlah pasar tradisional tersebut diantaranya, seperti daging ayam dan telur. Terpantau untuk harga telur ayam broiler yang sebelumnya Rp 25.000 per kilogram (kg) naik menjadi Rp 32.000 per kg.

Baca juga: Warga Bojonegoro Berburu Janur dan Ketupat Jelang Malam Nisfu Syaban

Sedangkan daging ayam potong (broiler) yang sebelumnya Rp 32.000 naik menjadi Rp 40.000 per kg. Daging ayam kampung yang sebelumnya Rp 7.000 naik menjadi Rp 80.000 per kg. 

"Daging ayam broiler dan daging ayam kampung naik sejak tiga-empat hari lalu," ujar Mistia, Rabu (06/03/2024).

Sementara itu, untuk daging ayam broiler dan daging ayam kampung naik bertahap, Rp1.000 per hari. Menurutnya, pemicunya diakibatkan karena harga kulak yang juga ikut naik imbas harga pakan juga naik.

"Yang saya dengar, peternak menaikkan harga ayam hidup karena pakannya seperti, jagung juga naik," katanya.

Baca juga: Harga Komoditas Beras dan Telur di Pasar Jombang Naik Jelang Nataru

Meski harga daging ayam naik namun stoknya masih mencukupi. "Stoknya mencukupi tetapi karena karena harganya naik, banyak pembeli mengurangi daging yang dibeli," ujar Mistia.

Pedagang lainnya, Mamik membenarkan harga daging ayam broiler naik. Tak hanya daging ayam, telur ayam broiler juga terpantau naik. Harga telur ayam naik hingga mencapai Rp 32 ribu padahal sebelumnya Rp 25 ribu per kg.

"Bahkan ada pedagang yang menjual daging ayam broiler Rp42.000," katanya.

Baca juga: Harga Telur Naik: Pelaku UMKM di Ponorogo Khawatir Konsumen Berkurang

Memang tidak semua sembako naik menjelang Ramadhan. Cabai merah besar misalnya, yang sebelumnya Rp 100.000 turun menjadi Rp 80.000 per kg. Sementara cabai hijau besar yang sebelumnya Rp 80.000 turun menjadi Rp 55.000 per kg.

"Yang juga turun harga cabai rawit, dari Rp80.000 menjadi Rp60.000," ujar Neneng, pedagang bumbu dan sayur.

Lebih lanjut, diketahui untuk saat ini, Pemerintah Kota Probolinggo sendiri sejak beberapa waktu yang lalu juga turut menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti, beras, minyak, hingga daging ayam. lmg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru