Saya juga diajari mendalami bahasa seorang ibu yaitu bahasa seseorang yang kita hormati.
Seorang ibu bisa berbahasa gaul, berbahasa santun dan berbahasa kasar dll.
Baca juga: Fadhilah Ramadhan (17): Memaafkan dan Minta Maaf
Bahasa ibu, juga disebut sebagai bahasa asli atau bahasa pertama, yang merupakan bahasa yang dikuasai manusia sejak lahir. Tentu melalui interaksi dengan anggota masyarakat yang sama bahasanya, seperti keluarga, pengasuh, dan masyarakat lingkungannya.
Bagi saya, kepandaian dalam bahasa asli sangat penting untuk proses belajar.
Para ibu sebaiknya memahami perannya. Ini karena anak-anak itu tanggung jawab kedua orang tuanya. Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw: “Kullu mauluudin yuulaadu ‘alal fitrah fa abawaahu yahawwidaanihi aw yanashshiraanihi aw yumajjisaanihi."
Setiap anak itu terlahir dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi.”
Dalam hal ini berarti kedua orang tua yaitu ayah dan ibu bertanggung jawab. Namun secara khusus ada amanah Allah SWT kepada seorang ibu, Rasulullah Saw: “… al Mar’atu raiyyatu baiti ba’liha wa waladihi wa hiya mas’ulatun an ra’iyyatihi:
Seorang perempuan adalah penanggung jawab rumah tangga suaminya dan anak-anaknya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya“. (HR Muslim).
Mengingat, seorang ibu adalah penanggung jawab urusan anak-anaknya yang masih kecil. Berarti mulai dari penyusuan, pengasuhan dan pendidikan anak kecil ada pada ibu.
Bagi seorang anak, secara khusus anak-anak usia dini, ibu adalah orang yang paling dekat dengan mereka. Kita seringkali melihat, seperti apapun seorang ibu, tetap saja dia menjadi pusat perhatian anak anaknya yang masih kecil.
Baca juga: Fadhilah Ramadhan (16): Membersihkan Jiwa
Dalam sebuah pengamatan, suara seorang ibu adalah yang selalu ingin didengar oleh anak-anak usia dini.
Bahasa seorang ibu memiliki peran penting dalam pemerolehan bahasa anak karena bahasa ibu merupakan instrument dalam proses pemerolehan bahasa anak usia dini, dengan bahasa ibu dapat mengembangkan beberapa aspek perkembangan anak, seperti perkembangan bahasa, emosional dan perkembengan anak usia dini lainnya.
Ada betulnya, siapa yang paling berpengaruh kepada anak, adalah yang paling dekat dengan anak.
Di sinilah kita harus menyadari siapa dan apa yang paling dekat pada anak. Anak-anak kecil ini bagaikan radar yang menangkap dengan cermat dan cepat segala hal yang didengar dan dilihatnya.
Inilah nanti yang mempengaruhi lingkungannya. Makanya ketika anak-anak dekat dengan lingkungannya, lebih sering berinteraksi dengan kawan-kawannya, maka anak akan seperti mereka.
Baca juga: Fadhilah Ramadhan (15): Puasa Mutih
Demikian pula kalau anak dekat dengan pengasuhnya, maka ia akan berbicara seperti pengasuhnya. Bila ia dekat dengan neneknya, maka ia akan seperti neneknya. (dnaputri@gmail.com)
Oleh:
Hj. Lordna Putri
Editor : Moch Ilham