Saya pernah ditanya anak saya yang masih kelas IV SD. Mengapa kita harus santun dalam berbahasa?
Saya jawab inti utama dari kesantunan berbahasa adalah memperlancar komunikasi. Oleh karena itu, dengan adanya pemakaian bahasa yang sengaja dibelit-belitkan, yang tidak tepat sasaran, atau yang tidak menyatakan yang sebenarnya merupakan ketidak santunan berbahasa. Apalagi karena enggan kepada orang yang lebih tua.
Baca juga: Fadhilah Ramadhan (17): Memaafkan dan Minta Maaf
Dalam menyampaikan kalimat saran, misalnya, penutur juga perlu menggunakan bahasa yang santun disertai dengan alasan yang jelas atau logis.
Dengan begitu, kalimat saran yang diutarakan dapat diterima dengan baik oleh orang lain atau lawan bicara.
Jadi penggunaan tuturan santun dimaksudkan untuk saling menghormati satu sama lain, sehingga terjalin ketentraman dan kedamaian dalam hubungan horizontal masyarakat.
Lalu bagaimana Tata Krama Saat Berbicara yang Baik?
Tatap mata lawan bicara. Jangan Membicarakan Keburukan orang Lain.
Baca juga: Fadhilah Ramadhan (16): Membersihkan Jiwa
Jika batuk, tutup mulut. Jangan memaksa. Selalu mendengarkan dengan baik.
Dan jangan berbicara terlalu cepat.
Tapi berbicara dengan sopan yaitu jangan terburu-buru, apalagi menggunakan intonasi tinggi.
Baca juga: Fadhilah Ramadhan (15): Puasa Mutih
Sebaiknya menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung orang lain. Termasik perhatikan kondisi emosi orang dengan baik. Pilih waktu dan situasi yang tepat. Berikan alasan yang logis dari setiap saran yang kita sampaikan.
Dan di dalam Islam, konsep kesantunan bukanlah sebuah masalah baru, sebab jauh sebelum para ahli barat menyuarakan pendapatnya mengenai kesantunan berbahasa, justru dalam Islam sudah tertuang konsep kesantunan berbahasa. Itu disampaikan dalam beberapa surah pada Al-Qur’an. Dengan begitu kita dapat memahami bahwa dalam Islam sangat menganjurkan untuk bertutur kata yang baik dengan siapapun lawan bicara kita. Kesantunan berbahasa menurut pandangan Islam meliputi penggunaan bahasa yang sopan, menghormati orang lain, menghindari penggunaan kata-kata kasar yang akan menyakiti hati, serta menjaga hubungan baik antar sesama.
Dalam kesantunan berbahasa juga dihubungkan dengan akhlak dan ibadah, dimana penggunaan bahasa yang baik dapat menjadi amalan yang diridhoi oleh Allah SWT. (dnaputri@gmail.com)
Editor : Moch Ilham