BRI Ingatkan Berbagai Modus Penipuan Online

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi, akhirnya Senin (29/4/2024) merespon media sosial (medsos) @ramanews yang membuat keramaian di berbagai platform, mulai dari Instagram, Tiktok, hingga Facebook. Ini usai mengunggah video dari akun TikTok widia_pengamatpolitik pada Selasa (23/4/2024).

Video tersebut menampilkan narasi yang menyebutkan bahwa sejumlah nasabah dari PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk) atau BRI kehilangan uang. Ia juga menyebut bahwa hal ini terjadi karena ada oknum yang memanfaatkan kesempatan pada momen pemilihan umum (pemilu) untuk serangan-serangan bantuan sosial (bansos).

Baca juga: Pengusaha Pembuat Etalase dan Pasang CCTV Dibekuk Reskrim Polres Blitar kota

 

Cederai Reputasi BRI

Agustya Hendy mengatakan bahwa hal tersebut telah mencederai reputasi BRI. Karenanya, perseroan akan mengambil langkah tegas.

“BRI akan mengambil tindakan tegas dan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak terkait. Sebab, kontennya berisi informasi yang menyesatkan serta merusak citra BRI dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Agustya dalam siaran pers yang diterima Surabaya Pagi, Jumat (26/4/2024).

BRI, tambah Agustya, turut mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan medsos secara positif dan tidak mudah termakan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca juga: "Kamu Tipulah Banyak-banyak Orang Indonesia"

BRI juga akan terus memberikan edukasi kepada nasabah agar mereka dapat bertransaksi secara aman dan nyaman.

Hal tersebut diperlukan karena BRI menilai saat ini masih ada berbagai modus penipuan online atau social engineering.

Saat ini, salah satu kejahatan social engineering yang tengah marak adalah modus penipuan melalui permintaan untuk mengeklik file undangan pernikahan berformat APK melalui WhatsApp.

 

Baca juga: Haris Azhar: Putusan PN Ponorogo Bukti Sistem Penagihan BRI Bermasalah

Himbauan BRI ke Nasabah

Oleh karena itu, BRI mengimbau nasabah agar nasabah lebih berhati-hati dan tidak mengunduh, menginstal, ataupun mengakses aplikasi tidak resmi.

“Nasabah juga harus menjaga kerahasiaan data pribadi dan perbankan, seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, dan OTP. Jangan berikan pada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI meski menghubungi melalui saluran, tautan, atau website dengan sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Agustya. n ec/rmc

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru