May Day Is Fun Day, Pj Wali Kota Bersama Ratusan Scooterist Riding Keliling Kota Mojokerto

Reporter : Dwi Agus Susanti
Pj Wali Kota Ali Kuncoro saat berkendara vespa kelilingi Kota Mojokerto

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pada Kamis Kamis (9/5) sore, nampak Ratusan Scooterist berkeliling Kota Mojokerto. Mulai dari Alun-alun Wiraraja dan berakhir salah satu kafe yang ada di Kelurahan Meri, Kota Mojokerto. 

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Tekankan Musrenbang Kelurahan sebagai Arah Pemanfaatan Anggaran

Dalam rombongan scooterist tersebut juga tampak Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuhro serta Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto. 

Mas Pj sapaan akrab Ali Kuncoro memberikan apresiasi atas kekompakan serta ketaatan para scooterist dalam berlalu lintas. 

“Alhamdulillah acara berlangsung dengan baik, panitianya keren, partisipasi klub-klub scoter di sekitar Mojokerto juga banyak, dan semua berkendara secara tertib,” kata Mas Pj yang pada sore kemarin mengenakan setelan jas dan celana jeans. 

Mas Pj menambahkan fun riding pada sore kemarin memberikan kesan positif pada scooterist dan memungkinkan akan diselenggarakan kegiatan serupa di masa yang akan datang. 

“Pak Kapolres Mojokerto tadi juga bilang akan diselenggarakan lagi di Kabupaten mojokerto dalam jumlah yang lebih besar,” pungkasnya.

Baca juga: 1.116 PPPK Paruh Waktu Kota Mojokerto Ikuti Pembekalan Tahun 2026

Hendra selaku ketua penyelenggara Mods May Day menyampaikan kegiatan ini moment untuk berkumpulnya para pecinta vespa sekaligus memperingati hari buruh karena banyak pecinta vespa di Mojokerto merupakan buruh pabrik. 

“Mods May Day temanya mengajak buruh untuk berpesta pada bulan Mei, karena banyak sekali teman-teman kami adalah buruh. Kemarin kami juga mengajak buruh untuk berpenampilan keren seperti memakai jas padahal sehari-hari mereka tidak pernah memakai pakaian seperti itu,” terang pecinta vespa sejak di bangku kuliah ini. 

Hendra juga mengungkapkan bahwa melalui Mods May Day banyak stigma negatif yang ingin dihilangkan. Seperti kendala perizininan dari pemerintah maupun kepolisian serta adanya vespa rosok yang digunakan dalam berkendara. 

“Terima kasih, Bro Ali juga sangat mendukung acara ini, kepolisian juga tidak perlu khawatir jika ada vespa rosok, karena semakin original sebuah vespa maka semakin mahal,” pungkas guru hononer di SMP 2 Mojosari ini. Dwi

Baca juga: Musrenbang Kelurahan Gununggedangan, Peningkatan Daya Saing Sektor Unggulan Ekonomi jadi Atensi Wali Kota

 

 

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru