Taksi Terbang Hyundai Berkapasitas 5 Orang Diuji Coba di IKN

surabayapagi.com
Ilustrasi. Taksi terbang,  Hyundai disebut akan melakukan uji coba taksi terbang di Samarinda, Kalimantan Timur. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Kalimantan - Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai bakal melakukan uji coba taksi terbang di Samarinda, Kalimantan Timur. Pihak Hyundai sebelumnya juga sudah meminta izin Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menggunakan bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.

Menurut Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Mohammed Ali Berawi, dalam uji coba kali ini, Hyundai bakal menggunakan taksi terbang berkapasitas 5 orang. Sky taksi nantinya akan digunakan di IKN.

Baca juga: Tembus Belasan Ribu SPK, Jaecoo Minta Maaf Imbas Inden Panjang J5 EV

"Bulan Juli, Hyundai akan ke dengan Pemkot Samarinda untuk menggunakan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto terkait proof of concept Taksi Terbang. Kalau yang akan diuji coba di Samarinda ini taksi terbangnya untuk 5 orang, sehingga kapasitasnya lebih besar," katanya, Selasa (28/05/2024).

Sebagai informasi, taksi terbang disebut menggunakan teknologi baterai dan mampu mengudara hingga jarak 100 kilometer. Oleh karena itu,jika ingin melakukan penerbangan dari kota Balikpapan, Kalimantan Timur ke Palu, Sulawesi Tengah, masyarakat bisa melakukan perjalanan langsung tanpa harus transit.

Baca juga: Resmi Meluncur, Morbidelli T502X dan Benda LFC 700 Pro Umumkan Harga Spesial

Pemerintah saat ini juga tengah melakukan perhitungan ekonomis agar biayanya tidak membebani masyarakat. Ali menyebut pihaknya terus melakukan evaluasi dan diskusi mengenai hal tersebut.

Selain Hyundai, Boeing melalui anak perusahaannya Wisk juga bakal mengembangkan taksi terbang dengan platform drone. Meski begitu, ia mengingatkan transportasi taksi terbang masih dalam tahap pengembangan dan belum sampai komersialisasi.

Baca juga: Yamaha Luncurkan Skuter Listrik ‘EC-06’ yang Mampu Tempuh 169 Km

"Ada juga Boeing Wisk dari Amerika Serikat yang juga mengembangkan taksi terbang dengan platform drone. Taksi terbang ini masih butuh pengembangan teknologi dan aturan pemanfaatan ruang udara. seluruh dunia masih proses ini," ungkapnya. klm-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru