Tari Topeng Kona Bondowoso, Kesenian Sakral Bertahan Puluhan Tahun

surabayapagi.com
Tari Topeng Kona di Bondowoso, Jawa Timur. SP/ BND

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Kesenian khas Bondowoso, Tari Topeng Kona merupakan kesenian sakral yang terdapat unsur yang tak kalah menarik, yakni topeng yang digunakan. Pasalnya, topeng yang digunakan bukan sembarang topeng. Tapi, topeng yang proses pembuatannya harus melalui proses spiritual tertentu dan menggunakan bahan kayu khusus.

Kayu yang digunakan yaitu kayu yang bagi masyarakat lokal disebut kayu kabistoh, sejenis kayu pule atau pulai. Kayu jenis ini teksturnya memang lunak dan lebih gampang untuk dibentuk, namun kuat dan tak mudah pecah.

Baca juga: Viral di Medsos! Jembatan Darurat di Bondowoso Terlihat Usang, Padahal Baru Diluncurkan

Menariknya, saat ini hanya ada satu orang yang mendalami proses pembuatan topeng khusus untuk tari Topeng Kona. Yakni Sahwito (62), warga Desa Blimbing, Klabang, Bondowoso. Dia merupakan satu-satunya pembuat topeng dalam Tari Topeng Kona yang masih bertahan selama puluhan tahun.

Ia bercerita, kala itu dalam mimpinya, ia mengaku didatangi sesosok gaib. Sosok itulah yang mengilhaminya untuk membuat topeng yang biasanya digunakan sebagai salah satu piranti dalam prosesi tari Topeng Kona.

Ia lantas bergegas mendatangi makam tokoh yang melegenda di daerah tersebut. Yakni Mbah Singo Ulung atau masyarakat setempat kerap menyebutnya Juk Sheng. Tujuannya, selain untuk berziarah, juga untuk meminta 'restu' agar diberi kelancaran dan kekuatan dalam proses pembuatan topeng tersebut.

Baca juga: Mojotirto Festival 2026: Ritual Sakral Pelestarian Air dan Penguatan Identitas Budaya Kota Mojokerto

"Untuk membuat satu topeng itu memerlukan waktu sekitar sebulan," kata Sahwito, Senin (01/07/2024).

"Saya tidak membuat topeng yang untuk diperjualbelikan secara umum. Tapi khusus untuk tari Topeng Kona yang digelar sebagai bagian ritual atau acara adat," ujar Sahwito.

Baca juga: Pascapengakuan UNESCO, Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Reyog

Ia menambahkan, orang yang membuat topeng untuk tari Topeng Kona berlangsung turun-temurun. Dan tidak semua orang bisa melakukannya. "Ya mungkin karena harus melalui tahapan laku spiritual tertentu itu," tandasnya.

Sebagai informasi, Desa Blimbing, Klabang merupakan salah satu deliniasi dalam UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen Geopark, sebagai culturesite. Di desa ini, sarat akan budaya tradisional yang tetap dipertahankan hingga kini. bnd-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru