Jokowi dan Puluhan Pimpinan Negara Kecam Penembakan Trump

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sudah beberapa pimpinan negara mengecam penembakan Trump .

Trump ditembak dan terkena telinganya saat kampanye di Pennsylvania, yang menurut Biro Investigasi Federal (FBI) adalah upaya pembunuhan.

Baca juga: Prabowo Pamerkan Perkembangan MBG di WEF 2026 di Davos

Kandidat presiden dari Partai Republik itu baru saja memulai pidatonya ketika tembakan terdengar. Trump (78 tahun) memegang telinga kanannya dengan tangan kanannya, lalu menurunkan tangannya untuk melihatnya dan berlutut di belakang podium sebelum agen dinas rahasia mengerumuni dan menutupinya.

Dia muncul sekitar satu menit kemudian, dengan bercak darah di sebelah kanan wajahnya. Kandidat presiden dari Partai Republik itu mengepalkan tinjunya dan meneriaki penonton sebelum digiring keluar panggung.

Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon,Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Perdana Menteri Selandia Baru Chris Luxon, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, hingga Presiden Jokowi pun ikut kecam peristiwa itu.

"Saya terkejut dan sedit atas kejadian penembakan terhadap mantan Presiden Donald Trump hari ini (Minggu pagi WIB kemarin, red)," ucap Jokowi dalam cuitannya di akun Twitter, Minggu (14/7/2024).

Jokowi pun mengecam segala bentuk kekerasan dalam proses kehidupan berdemokrasi. "Segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan di dalam kehidupan berdemokrasi di seluruh dunia. Doa saya bagi kesembuhannya (Donald Trump, red) dan semua orang yang menjadi korban pada insiden ini," lanjut cuitan Jokowi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Perdana Menteri terpilih Inggris Keir Starmer yang mengecam penembakan itu.

"Kami mengutuk segala bentuk kekerasan politik dengan sekeras-kerasnya dan kami menyampaikan harapan terbaik kami ke [calon] Presiden Trump dan keluarganya saat ini," demikian rilis resmi kantor PM Inggris, dikutip Al Jazeera.

Baca juga: Pekerja WNI di Online Scam Kamboja, Kini Kocar-kacir

Juga Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga menyampaikan pernyataan serupa.

Dia menyebut kekerasan semacam itu "tidak akan pernah diterima."

"Saya sedih dengan penembakan terhadap mantan Presiden Trump. Ini tak bisa diglorifikasi, kekerasan politik tak pernah bisa diterima," ujar Trudeau, dikutip AFP.

Termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga merespons soal penembakan yang menimpa Trump. Netanyahu dan istrinya, Sara, mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Mereka lantas berdoa untuk kesembuhan Trump.

Baca juga: SBY Cemas PD III, PKS Anggap Bukan Apokaliptik

"[Kami] terkejut dengan serangan terhadap [calon] Presiden Trump. Kami berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan dia sesegera mungkin," kata Netanyahu, dikutip AFP.

Saat bersamaan, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban juga menyampaikan kekhawatiran dan harapan dia ke Trump usai insiden penembakan. "Pikiran dan doa saya bersama [calon] Presiden @realDonaldTrump di saat-saat kelam ini," tulis Orban di X.

Demikian juga Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengaku menentang kekerasan politik.

"Kita harus tegas melawan segala bentuk kekerasan yang menantang demokrasi. Saya berdoa agar mantan presiden Trump segera pulih," kicau Kishida di platform media sosial X. n erk/afp/rtrs/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru