Makan Enak di Pinggir Jalan Surabaya? Bayarnya Bisa Pakai HP!

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sentra Wisata Kuliner (SWK) Pinghay, yang baru diresmikan, kini tak hanya tampil baru secara fisik. Mereka juga mengikuti tren dengan hadirnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Jadi, kamu bisa makan enak tanpa perlu membawa uang tunai!

Dias, salah satu pedagang di sana, bercerita bahwa QRIS membuat hidupnya lebih mudah. "Anak muda sekarang sukanya bayar pakai HP. Dengan QRIS ini, kita bisa melayani mereka lebih baik," ujarnya sambil tersenyum.

Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

Ia juga merasakan manfaat dari penggunaan QRIS. "Karena sekarang anak muda lebih banyak menggunakan cashless dan serba online, saya merasa terbantu dengan penggunaan QRIS ini," ungkapnya.

Bukan cuma enak buat pembeli, para pedagang juga senang. Marsidah, yang sudah berjualan bertahun-tahun di sini, mengatakan, "Tempat jualan jadi bersih dan rapi. Ditambah lagi ada sistem bayar yang gampang ini. Jualan jadi makin lancar!"

Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan

Integrasi teknologi pembayaran digital ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membantu para pedagang dalam mengelola keuangan mereka. Marsidah, pedagang lainnya, menambahkan, "Selain tempat yang sekarang terlihat rapi dan bersih, sistem pembayaran baru ini membuat penjualan kami lebih terorganisir."

Baca juga: Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog

Bank Jatim, sebagai mitra dalam revitalisasi SWK Pinghay, memperkenalkan inovasi pembayaran menggunakan QRIS untuk memudahkan transaksi para pengunjung. Langkah ini disambut positif oleh para pedagang dan konsumen, terutama kalangan muda.

Fenomena ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak hanya terbatas pada fisik bangunan, tetapi juga merambah ke sistem operasional. Dengan hadirnya QRIS di sentra kuliner pinggir jalan seperti SWK Pinghay, Surabaya membuktikan bahwa kuliner tradisional dan teknologi modern dapat berjalan beriringan, menciptakan pengalaman makan yang tidak hanya lezat, tetapi juga praktis dan efisien. Zis

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru