SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Memasuki musim kemarau yang kini sudah tiba, membuat belasan desa yang langganan kekeringan di Wilayah Ponorogo, Jawa Timur ketar-ketir. Pasalnya, berdasarkan info BMKG, sudah sejak bulan Juni lalu berstatus Siaga bencana kekeringan ditambah kebakaran hutan & lahan (Karhutla).
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun mengungkap, sedikitnya 13 desa di 6 kecamatan yang rawan kekeringan saat musim kemarau tiba. Desa-desa tersebut sebelumnya telah mendapat assesment oleh tim BPBD setempat.
Baca juga: Sempat Absen, Festival Reog Ponorogo Kembali Masuk Jajaran Unggul KEN 2026
"Ada 13 yang kami assessment mengacu data kekeringan setiap tahun, desa-desa tersebut tersebar di 6 kecamatan seperti Badegan dan slahung," ungkap Masun, Jumat (26/07/2024).
Diketahui, dari 13 desa rawan kekeringan, 7 desa diketahui mengalami keterbatasan air bersih, diantaranya, Desa Duri Kecamatan Slahung, Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon, Desa Krebet Kecamatan Jambon, Desa Belang Kecamatan Bungkal, Desa Watuagung Kecamatan Badegan, Desa Karangpatihan, Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung. Sedangkan pada 6 Desa lainnya, ketersediaan air bersih mulai berkurang namun masih mencukupi untuk satu bulan kedepan.
Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Ponorogo Melonjak Tembus Rp 78 Ribu per Kg
Menindaklanjuti fenomena tersebut, Masun menyatakan telah menyiapkan armada dan tandon air, serta memastikan air bersih yang akan digunakan untuk dropping air nantinya layak untuk digunakan sehari-hari.
“Kami sudah dalam tahap siaga kekeringan. Sampai saat ini kami sudah menyiagakan 3 truk Tanki berkapasitas ribuan liter air dan tandon-tandon untuk penampungan air jika ada permintaan dropping air bersih,” lanjutnya.
Baca juga: Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total
“Kami memastikan air untuk dropping nantinya layak konsumsi, sudah teruji lab dan dinyatakan aman,” pungkasnya. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu