Cabai Rawit di Probolinggo Makin Pedas, Capai Rp 100 Ribu per Kg

surabayapagi.com
Ilustrasi. Pedagang cabai rawit di pasaran Kota Probolinggo, Jawa Timur. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Hampir satu pekan ini, harga cabai rawit di Kota Probolinggo melonjak drastis 2 kali lipat menyentuh Rp 100 ribu per kilogram (Kg) lantaran pasokan pedagang ke distributor menipis. Padahal sebelumnya harga cabai rawit masih di kisaran Rp 50 ribu per kilogram.

"Puncaknya itu pada tanggal 23 kemarin harganya sudah tembus Rp100 ribu. Tergantung harga kulakannya juga, ada yang masih menjual Rp 90 ribu ada juga yang sudah Rp 100 ribu," ujar Siti Aminah, salah satu pedagang, Rabu (31/07/2024).

Baca juga: Lumajang Gelar Pelatihan Pemasaran Digitalisasi untuk UMKM Tingkat Desa Bisa Naik Kelas

Lebih lanjut, menurut Aminah, adanya kenaikan harga cabai rawit ini merupakan dampak di beberapa daerah yang masih belum panen. Sehingga pasokan cabai rawit masih belum mencukupi, kemudian terjadi lonjakan harganya.

Baca juga: Mbak Wali Buka Sosialisasi Fasilitasi Hak Merek 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

"Ada yang belum panen, ada juga yang masih menanam tanaman lain. Kalau di Probolinggo, salah satunya penghasil cabai rawit itu di Kecamatan Bantaran, yang saat ini masih mulai menanam," ungkap Aminah.

Baca juga: Harga Minyak Melambung Tinggi, Sentra Perajin Tahu di Jombang Ikut Meringis

Akibatnya, lonjakan harga tersebut membuat pembelian cabai rawit semakin menurun. Sementara itu, untuk harga ini pun diperkirakan akan terus naik, jika pasokannya belum normal. pr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru