Ponorogo Krisis Air, Warga Desa Wates Berbondong-bondong ke Sungai

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu warga di Dukuh Krajan Tengah, Desa Wates Ponorogo rela mengambil air dari sungai dampak krisis air bersih. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Musim kemarau membuat sejumlah desa di wilayah Ponorogo, Jawa Timur krisis air bersih lantaran kekeringan ekstrem. Bahkan warga berbondong-bondong pergi ke sungai untuk berburu air.

Diketahui, kesulitan air bersih yang melanda Desa Wates, Ponorogo memang akibat kemarau panjang. Sehingga sumber air di wilayah yang berada di kawasan pegunungan itu tidak keluar maksimal.

Baca juga: Sempat Absen, Festival Reog Ponorogo Kembali Masuk Jajaran Unggul KEN 2026

“Kalau untuk mencuci dan mandi ya di sungai, itu pun jauh harus jalan kaki. Nggak bisa menggunakan kendaraan,” jelas Ketua RT 2 RW 3 Dukuh Krajan Tengah, Slamet.

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Ponorogo Melonjak Tembus Rp 78 Ribu per Kg

Warga bahkan rela berjalan kaki dengan menempuh jarak sekitar satu kilometer hanya untuk mengambil air sungai yang nantinya akan dimanfaatkan untuk keperluan mandi dan mencuci.

“Cari air bersih itu sulit banget, jauh, harus jalan kaki lewatnya sawah. Ngambil air di sungai pun juga antri. Air sungainya itu sebenarnya jernih, tapi kadang-kadang nggak kebagian. Antre juga sama warga lain,” jelas Sri Suyanti, salah satu warga Dusun Krajan Tengah, Rabu (14/08/2024).

Baca juga: Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total

Adanya peristiwa tersebut warga berharap pemerintah daerah melalui BPBD maupun instansi terkait lainnya rutin melakukan droping air bersih di dukuh Krajan Tengah yang tengah dilanda musim kemarau ekstrem. pn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru