Sukses Kelola Sentra IKM Batik, Kementerian Perindustrian Tunjuk Pemkot Mojokerto Jadi Narasumber Percontohan Nasional

Reporter : Dwi Agus Susanti
Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto saat menjadi nara sumber zoom meeting Kemenperin RI. SP/ DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya ditunjuk menjadi narasumber dalam zoom meeting terkait DAK Sentra IKM Batik yang digelar Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian RI, Jumat (20/09/2024).

Zoom meeting yang di pimpin Ayu Novery dari Ditjen IKMA tersebut di ikuti oleh sejumlah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dari Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

Baca juga: Dongkrak Pertumbuhan UMKM, Diskopindag Lumajang Gelar Bazar Murah Ramadhan Kareem

Dalam penyampaiannya, Ani Wijaya menjelaskan terkait proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra Kota Mojokerto yang menelan anggaran DAK fisik senilai total Rp 14,674 milyar.

"Tahun 2023 kita dapat DAK fisik dan tahun 2024 sentra sudah kita operasikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Masih kata Ani, Kota Mojokerto sudah memiliki embrio IKM batik sejak tahun 1940. Hanya saja, tidak bisa berkembang karena banyak faktor. Diantaranya, keterbatasan lahan Kota Mojokerto, sehingga pengrajin tidak memiliki Ipal (Instalasi Pengolahan Air Limbah) memadai.

"Itulah salah satu alasan kita mengajukan pembangunan sentra IKM Batik ini," tukasnya.

Baca juga: Aktivitas Produksi Brem UMKM Madiun Tertunda Gegara Musim Hujan Berkepanjangan

Masih kata Ani, dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan, pihaknya meminta pendampingan secara khusus dari Kejaksaan dan Kepolisian. Hal ini untuk memastikan tahapan pembangunan yang dilaksanakan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

"Kita juga menyewa jasa konsultan hukum untuk mengecek keamanan dokumen yang akan kami tandatangani," tukasnya.

Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang

Ani menambahkan, sejak berdiri hingga saat ini, sentra IKM Batik sudah difungsikan untuk pengembangan industri batik Kota Mojokerto. Bahkan, sentra yang terletak di Jalan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan ini banyak mendapatkan kunjungan studi tiru dari dalam dan luar provinsi Jawa Timur.

"Hari ini kita dapat kunjungan studi tiru dari Disperindag Lombok Tengah. Sebelumnya kita juga ada kunjungan dari PKK dan Dekranasda Kabupaten Morowali Utara. Dan setiap minggu, juga ada kunjungan dari siswa SD, SMP serta SMA yang belajar membatik disini, ini adalah upaya kita untuk meregenarasi pengrajin batik bumi mojopahit agar tidak punah," pungkasnya. Dwi

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru