Gantikan Eri, Kemendagri Tunjuk Kadinsos Jatim Jadi Pjs Wali Kota Surabaya

surabayapagi.com
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, Restu Novi. SP/JPPN

SURABAYAPAGI, Surabaya - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, resmi melantik Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, Restu Novi, sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Surabaya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (24/09)

Restu Novi Widiani ditunjuk Kementerian Dalam Negeri menjadi Pjs Wali Kota Surabaya berlaku selama masa kampanye mulai 25 September hingga 23 November mendatang.

Baca juga: Bola Panas di Kemendagri, Dua Raperda Strategis Jatim Terjebak Antrean Jakarta

Pergantian sementara itu tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3804 Tahun 2024 tanggal 19 September Tentang Penunjukan Penjabat Sementara Bupati dan Penjabat Sementara Wali Kota Pada Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Adhy meminta, Pjs untuk bisa bekerja maksimal di daerah karena saat ini tengah pembahasan RAPBD perubahan 2024 maupun RAPBD 2025.

Tak hanya itu, para Pjs juga diminta bersama dengan jajaran forkopimda setempat untuk mengamankan jalannya setiap tahapan Pemilu.

"Arahan Mendagri, ingat kita baru saja menyelesaikan RAPDB Perubahan dan mungkin ada yang masih berproses itu PR yang harus dikerjakan Oktober Desember harus selesai. Lalu proses penyusunan RAPBD 2025 itu perlu proses harus tahu, harus kerja sama dengan DPRD agar bupati/walikota punya anggaran, punya DIPA, punya program," ujar Adhy.

Baca juga: Dinsos Kota Kediri Salurkan BLT Rp 1,2 Juta untuk 491 Lansia Kurang Mampu

Sementara itu, Pjs Walikota Surabaya Restu Novi mengatakan, dirinya tidak akan menyimpang dari kewajiban Pjs dan akan melanjutkan program-program yang telah disusun oleh Eri Cahyadi sebagai walikota sebelumnya.

"Hari ini pukul 15.00 (WIB), kami ketemu dengan para pejabat di pemkot dan besok menyusun rencana ke depan. Karena waktu tidak banyak, sementara saya yakin Kota Surabaya harus didukung banyak program yang terus bergeliat tiap hari. Harus mewujudkan surabaya aman, damai, dan sejahtera masyarakatnya," ungkap Novi.

Ia juga akan berkoordinasi dengan jajaran forkopimda sama-sama mempersiapkan rencana pengamanan Pilkada Serentak. "Mudah-mudahan masyarakat Surabaya bisa menjaga pemilu dengan aman dan hasilnya harus kita jaga agar tetap baik," ujarnya.

Baca juga: Dinsos Kota Kediri Gelar Bimtek Pengoperasian Aplikasi SIKS–NG Guna Perkuat Akurasi Data Sosial

Novi menegaskan akan menjaga netralitas pada momen tahun politik Pilkada Serentak 2024. "Saya akan menjaga netralitas dan siapapun itu kita akan bangun kota Surabaya sebagaimana masyarakat kota Surabaya kehendaki," ucap Novi, Selasa (24/9).

Tempat-tempat ini akan mengejutkan Anda dengan harga yang bagus Menanggapi Pilkada Surabaya 2024 yang hanya diikuti  satu paslon, Novi meminta fenomena kotak kosong juga ikut dihormati sebagai bagian dari pesta demokrasi.

"Kotak kosong ya kami hadapi, mudah-mudahan hasilnya baik. Semuanya tergantung sama masyarakat Surabaya," kata Novi.sb/ana

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru