SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai upaya memaksimalkan layanan kesehatan hewan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengajukan penambahan dokter hewan.
Pasalnya, saat ini di Pamekasan hanya ada tujuh orang dokter hewan. Sedangkan jumlah dokter yang ideal dibutuhkan sebanyak 13 orang, sesuai dengan jumlah kecamatan.
Baca juga: BPBD Catat Puluhan Rumah Warga di Pamekasan Diterjang Hujan dan Angin Kencang
"Jumlah tersebut sangat sedikit, mengingat Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten dengan jumlah kecamatan sebanyak 13 kecamatan,” jelas Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Pamekasan Nolo Garjito, Senin (07/10/2024).
Oleh karenanya, pihak DKPP akan mengajukan tambahan sebanyak enam orang, sehingga pelayanan kesehatan hewan di Pamekasan ini bisa tercakup dengan baik. Meski sebenarnya, pengajuan penambahan dokter hewan kepada pemerintah pusat itu tidak ada tanggapan sejak lima tahun lalu.
Baca juga: Masa Darurat Erupsi Gunung Semeru, Pemkab Lumajang Siapkan Bantuan Pakan Ternak
"Tahun ini kami mengajukan lagi, dengan harapan bisa dipenuhi oleh pemerintah pusat," katanya.
Selain dokter hewan, keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan hewan juga minim, seperti pusat kesehatan hewan (puskeswan). Diketahui, saat ini hanya ada empat puskeswan. Masing-masing di Kecamatan Galis, Pakong, Pamekasan, dan di Kecamatan Waru.
Baca juga: Tekan Penularan PMK, DKPP Kota Madiun Gencarkan Vaksinasi Hewan Ternak Warga
Sedangkan, anggaran untuk Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan dialokasikan membeli obat-obatan hewan dan biaya untuk kegiatan penunjang lainnya.
"Tahun ini kami berencana untuk menambah puskeswan, tetapi karena anggaran yang tersedia di APBD Kabupaten Pamekasan terbatas, maka rencana tersebut terpaksa kami urungkan," katanya. pk-01/dsy
Editor : Desy Ayu