Raja Judi Dulu, Juanda, Jhoni F Sampai Olo, Sekarang....?

surabayapagi.com
Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya terkejut, setelah harian Surabaya Pagi, koran yang saya pimpin, memberitakan judi kasino di ruko Tierra SOHO Darmo Harapan, Surabaya Barat secara running, datang bertubi-tubi info dari orang yang mengklaim punya jaringan dengan bandar judi kasino di Indonesia.

Ternyata, menurut saya, sosok raja judi tidak hanya sebagai tokoh fiksi dalam film saja. Ada dalam kehidupan nyata. Namanya raja judi. Jaringannya luas. Dari aparat sampai wartawan.

Baca juga: Pejabat Bea Cukai dan Pajak "Dihajar KPK"

Dikisahkan, di Jakarta ada beberapa sudut Kota yang tak pernah "mati" dari kehidupan malam, terutama bagi mereka yang doyan dengan dunia hiburan dan perjudian.

Ada Kabuki, Hotel Prinsen Park, Kawasan Lokasari di Jakarta Barat. Lalu, Pelangi dan Raja Kota di Jalan Hayam Wuruk, termasuk Raja Mas di Kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Disana, orang bisa gambling dan mengadu nasib di tempat usaha, meski tanpa ijin.

Lokasi itu disebut milik Rudi atau kalangan penjudi sering memanggilnya dengan sebutan Rudi Raja Mas. Katanya, cukup dengan menitipkan Rp 1 juta di pintu masuk sebagai deposit, pengunjung bisa terlibat dalam kegiatan di dalam.

Suasananya persis film God of Gamblers?  Ada puluhan meja rolet, kasino, dan ratusan mesin mickey mouse. Permainan ini dijaga puluhan pekerja. Juga puluhan penjaga berbadan tegap dengan rambut potongan cepak. Kabarnya, dari tiga lokasi perjudian itu, Rudi bisa menyedot Rp 5 miliar dana segar per malam. Dikalikan 30 hari, tak kurang dari Rp 150 miliar per bulan.

Perjudian di Jakarta ini memiliki jaringan yaitu Wang Ang (Bandung), Pepen (Manado), Dedi Handoko (Batam, Tanjung Pinang dan sekitarnya), Jhoni F. (Surabaya), Olo Panggabean (Medan dan Aceh), dan Firman (Semarang).

"Mereka inilah yang menguasai jaringan mafia judi di beberapa titik di Indonesia. Bahkan, kabarnya sudah masuk dalam jaringan mafia judi Hong Kong dan Singapura," kata sumber di Markas Besar Polri. Pasar Atom, Andika Plaza, dan Darmo Park, merupakan daerah perjudian elite di Kota Surabaya. Ada jenisnya kasino dan bola tangkas. Tapi, tak semua orang bisa masuk ke arena itu karena dijaga ekstra ketat. Salah satunya dengan memakai sistem "kartu anggota".

Jhoni F., menjalin hubungan dengan Rudi Raja Mas dan Chandra di Jakarta. Rata-rata per bulannya, omzet yang masuk minimal mencapai Rp 5 miliar.

Kini siapa raja judi kasino di Indonesia? Setidaknya di Surabaya, yang baru ramai dipublikasikan oleh harian Surabaya Pagi.

Di Surabaya barat, info dari Koh Alung, bandarnya diduga Tony dan Edy, warga Pekan baru dan Medan. Juga salah satu penghuni di ruko Tierra SOHO, mengenal dua nama itu.

Sayang, sampai Senin (14/10/2024) malam, satu minggu setelah penggeledahan, Polisi belum tangkap Tony dan Edy. Padahal sudah melakukan penggeledahan di ruko Tierra SOHO?  Dengan peristiwa ini, belum tercatat siapa bandar judi kasino sekarang.

 

***

 

Sebelum ada nama-nama itu, ada orang yang dijuluki The Joker atau Zeljko Ranogajec. Pria 61 tahun asal Australia itu mendapat julukan sebagai penjudi profesional terbesar di dunia.

Sejarah mencatat bahwa industri judi sejak lama berhasil mencetak orang-orang super kaya dunia. Meski terkenal sebagai dunia para lelaki, faktanya orang terkaya di dunia dari industri judi saat ini adalah seorang triliuner wanita bernama Miriam Edelson.

Ada juga Stanley Ho, taipan perjudian Makau. Ia adalah salah satu miliarder pertama Hong Kong.  Ho, telah meninggal dunia pada usia 98 tahun, kata keluarganya.

Pengusaha tersebut, yang kemudian dikenal sebagai "bapak perjudian," meninggal dunia saat tidur pada hari Selasa, Pansy Ho, salah seorang putrinya, mengatakan kepada wartawan di luar sebuah rumah sakit di Hong Kong .

Dari beberapa sumber, disebut Stanley Ho lahir di Hong Kong pada tahun 1921, dan meraup kekayaannya dengan mengubah kota tetangga Macao menjadi pusat perjudian yang kemudian dijuluki "Las Vegas Asia." Bekas koloni Portugis ini adalah satu-satunya tempat di Tiongkok yang mengizinkan perjudian kasino.

Baca juga: Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

“Kami semua akan merindukannya,” dan menghormati “prestasi legendarisnya dan semua yang telah ia lakukan dalam hidup untuk Hong Kong … dan Makau, dan semua sumbangan amalnya,” kata putrinya.

Selama empat dekade, Ho memegang satu-satunya konsesi perjudian di Makau, dan mengawasi kebangkitan kota tersebut hingga menjadi salah satu pusat penjudi terbesar di dunia.

Ia memimpin Sociedade de Jogos de Macau, operator kasino dan hotel yang terkenal dengan properti Grand Lisboa di Makau.

Ia juga merupakan ketua kehormatan Shun Tak Holdings, konglomerat di Hong Kong yang bisnisnya meliputi transportasi, real estat, dan investasi. Perusahaan itu sekarang dijalankan oleh putrinya, Pansy, yang juga merupakan anggota dewan dan salah satu pemilik MGM (MCHVY) China.

Ho juga terkenal sebagai penganut poligami. Ho, memiliki tujuh belas anak dengan empat wanita. Kekayaan bersihnya diperkirakan tahun lalu mencapai $14,9 miliar, menurut Bloomberg. Setelah dua tahun pertikaian internal, Ho akhirnya menyerahkan hampir seluruh sahamnya di kerajaan perjudiannya dan membagi kekayaan di antara keluarganya.

 

***

 

Dulu, pria yang dijuluki Raja Judi Indonesia adalah sosok yang tak terkalahkan ketika bermain dengan lawannya. Raja judi ini adalah John Juanda. Perlu Anda tahu, John Juanda adalah seorang profesional poker asal Medan.

Ya, poker atau yang kita ketahui sebagai judi. Walau di Indonesia, judi dikenal sebagai praktek ilegal, namun siapa sangka karena judi, pria ini berhasil menjadi kaya raya dan profesional.

Nama John Juanda pada tahun 2014 lalu pernah menjadi pembicaraan hangat lantaran prestasinya menjuarai World Series of Poker (WSOP).

Baca juga: Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Bahkan dari ini John mendapatkan hadiah total USD 2.330.926 atau sekitar Rp28 milliar.

Menurut Pokernews.com, John Juanda tak hanya sekali menjuarai WSOP tapi sudah lima kali, yaitu pada tahun 2002, 2003, 2008, 2011, dan terakhir 2014.

Dari prestasinya menjuarai lima kali WSOP, John mendapatkan hadiah total USD 2.330.926 atau sekitar Rp28 milliar.

Pada tahun 1999, John Juanda mengikuti kejuaraan WSOP pertamanya, saat itu dia berhasil menduduki peringkat kesembilan dan mendapatkan hadiah uang sebesar USD 1.500.

Berawal dari sanalah, pria kelahiran 8 Juli 1971 ini memutuskan untuk menjadi penjudi profesional.

Nama John Juanda di dunia Poker sangat disegani, bahkan dalam World Series of Poker (WSOP) yang berlangsung di Inggris tahun 2008 silam. Konon dalam semalam John bisa mendapatkan uang senilai Rp 19 miliar, sebuah pencapaian yang bikin iri para penjudi-penjudi profesional lainnya.

John Juanda mengakui jika semua kemenangannya di turnamen poker seluruh dunia tidak lepas dari campur tangan Tuhan.

Karena itu pula, sebagai bentuk terima kasih, dia berencana menyediakan perawatan medis gratis bagi masyarakat saat dirinya pensiun bermain poker nanti.

Rencananya, uang yang didapatkan bisa membantu sesama umat manusia yang membutuhkan bantuannya terutama soal pengobatan gratis.

Menurut John, seperti permainan lainnya, jika ditekuni judi pun bisa menjadi sumber penghasilan. Di Indonesia kompetisi poker bukanlah sesuatu hal yang lazim, bahkan ilegal. (radityakhadaffi@gmail.com)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru