Kota Mojokerto Masuk 10 Peserta Terbaik Bhumandala Award 2024

Reporter : Dwi Agus Susanti
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Kota Mojokerto terpilih sebagai salah satu dari 10 peserta terbaik dalam penilaian Tahap Bhumandala Award Kinerja Simpul Jaringan IG 2024. 

Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Kota Mojokerto berhasil masuk 10 besar finalis dalam kategori Pemerintah Kota, bersaing dengan Kota Bandung, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kota Bontang, Kota Cimahi, Kota Magelang, Kota Manado, Kota Palembang dan Kota Tangerang.

10 finalis tersebut dinilai telah efektif dalam pengelolaan dan pemanfaatan data serta informasi geospasial secara optimal.

"Kami sudah mempresentasikan berbagai program dan berdiskusi dengan para juri. Kami berharap Kota Mojokerto dapat meraih juara tingkat nasional dalam Bhumandala Award ini," ungkap Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro. 

Mas Pj juga  mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan data geospasial.

"Dengan dukungan berbagai pihak, Kota Mojokerto akan berupaya terus memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan," ungkapnya.

Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP

Usai mengikuti penilaian Tahap II berupa verifikasi dalam bentuk Diskusi Kelompok Terpumpuni (DKT), Mas Pj menyatakan harapannya agar Kota Mojokerto dapat meraih prestasi terbaik dalam penilaian mendatang. 

"Partisipasi kita dalam kegiatan ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas kinerja daerah. Kami optimistis Kota Mojokerto dapat meraih penghargaan tersebut,"  

Mas Pj juga menjelaskan capaian Kota Mojokerto dalam menghimpun simpul-simpul jaringan selama beberapa tahun terakhir. Diantaranya dengan berhasil menciptakan SATIKOMO (Satu Data Kota Mojokerto) yang merupakan pusat data Kota Mojokerto.

"Dalam SATIKOMO sudah terdapat ribuan dataset dari 32 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 18 kelurahan serta instansi vertikal se-Kota Mojokerto. Ini sangat penting karena menjadi dasar dalam perumusan kebijakan yang akan diambil," imbuhnya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD

Masih kata Mas Pj, SATIKOMO juga menjadi pionir satu data di Jawa Timur yang telah memiliki satu data terintegrasi dengan Satu Data Indonesia. Sebagaimana diamanatkan dalam Perpres nomor 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia.   

"Kedepan kita ingin Kota Mojokerto menjadi big data. Kita punya data besar di SATIKOMO ini, tentu ini akan mempermudah masyarakat mendapatkan data,” pungkasnya. dwi

 

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru